WartaPesona.com- Kedua, nice to have, yaitu layanan yang diharapkan tetapi tidak wajib. Contohnya adalah jadwal khusus untuk shalat dan ruang shalat yang lebih luas. Ketiga, surprise to have, yaitu layanan yang mengundang kekaguman dari para wisatawan seperti jasa penjemputan di bandara, sewa mobil, dan sebagainya.
Menurut Menparekraf Sandiaga, pengembangan wisata halal di Semarang bisa menjadi pendorong ekonomi kreatif yang signifikan. Selain potensi wisata religi dan ziarah, Semarang juga memiliki destinasi wisata budaya seperti kawasan Kota Lama Semarang dan Taman Mini Jawa Tengah.
Menparekraf Sandiaga juga menambahkan bahwa pengembangan wisata halal tidak hanya memperkuat pasar domestik, tetapi juga pasar internasional. Wisatawan muslim dari negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah memiliki potensi besar untuk mengunjungi Indonesia, khususnya Semarang, jika ada destinasi wisata yang halal.
Baca Juga: Rakor Kepala Dinas Pariwisata se-NTT sekaligus Gerakan 'BBWI Road Nusantara' di Labuhan Bajo
Selain itu, pengembangan wisata halal juga dapat memberikan manfaat sosial, seperti meningkatkan pemahaman dan toleransi antar umat beragama serta memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam kepada wisatawan muslim.
Menparekraf Sandiaga mengajak semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk mendukung pengembangan wisata halal di Semarang dan seluruh Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi tujuan wisata halal yang terkemuka di dunia dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.
Menurut Menparekraf Sandiaga, konsep need to have dalam pengembangan wisata halal artinya menyediakan berbagai pilihan kuliner halal yang aman dikonsumsi oleh wisatawan. Restoran-restoran yang menyediakan makanan halal harus dapat diidentifikasi dengan mudah agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat mengonsumsinya.
Baca Juga: Melupakan Kejenuhan dengan Liburan ke Pantai Gunung Kidul
Selanjutnya, konsep good to have adalah menyiapkan fasilitas toilet yang ramah bagi muslim dan muslimah. Fasilitas ini sebaiknya ada di semua tempat wisata agar pengunjung dapat menjalankan ibadah shalat dengan nyaman.
Terakhir, konsep nice to have adalah menyediakan fasilitas rekreasi yang ramah keluarga muslim. Hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi tempat wisata yang ingin menarik minat wisatawan muslim.
Menparekraf Sandiaga juga mengajak untuk mengembangkan peta industri halal melalui strategi adaptasi pemulihan pariwisata, inovasi, diversifikasi, dan digitalisasi. Promosi dengan pola digitalisasi yang atraktif, edukatif, dan informatif dengan melibatkan diaspora dan komunitas-komunitas yang ada di sana juga harus dilakukan.
Jika konsep wisata halal dikembangkan dengan baik, Menparekraf Sandiaga meyakini bahwa pemasukan untuk sektor ekonomi kreatif di Indonesia akan semakin besar karena semakin banyaknya layanan dan fasilitas yang berbasis halal. Ini dapat memberikan dampak positif bagi upaya peningkatan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno :Pariwisata Menggeliat dan Ekonomi Bangkit di Balige dengan Penuhnya Penginapan
Menparekraf Sandiaga Uno: F1 Powerboat Membuktikan Danau Toba Pantas Sebagai Lokasi Acara Internasional
Mengagumkan! Sandiaga Uno Naik Kereta Panoramic KAI Wisata Selama Kunjungan Kerja ke Jawa Barat
Sandiaga uno Mendorong Kabupaten Kuningan untuk Mengembangkan Produk Pariwisata Berbasis Komunitas
Sandiaga Uno Mendorong Pelaku Ekraf di INACRAFT untuk Menjadi Agen Perubahan dalam Kebangkitan Ekonomi
Ajakan Sandiaga Uno kepada Santri di Ponpes Modern Al-Ikhlash Putri Kuningan untuk Menciptakan Konten Kreatif
Sandiaga Uno Buka East Indonesia Tourism and Investment Summit 2023 untuk Kembangkan Pariwisata dan Investasi
Kembangkan Kreativitas Pariwisata: Sandiaga Uno Dukung Hadirnya Creative Hub di NTB
Menelusuri Potensi Kopi di Lereng Gunung Sumbing. Sandiaga Uno Cicipi Kopi Nepal Van Java di Kaliangkrik
Tingkatkan Potensi Bisnis UMKM dengan Program AKSES 2023 - Ajakan Menparekraf Sandiaga Uno