Presiden Volodymyr Zelenskyy Marah Dengar Informasi Puluhan Ribu Tentara Korea Utara Segera Bantu Rusia

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 26 Juli 2026 | 07:18 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui surat terbuka, menawarkan negara netral seperti Swiss atau Turki sebagai lokasi pertemuan untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki tahun kelima. (x.com@ZelenskyyUa)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui surat terbuka, menawarkan negara netral seperti Swiss atau Turki sebagai lokasi pertemuan untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki tahun kelima. (x.com@ZelenskyyUa)

Perekrutan secara paksa ini dijalankan oleh rezim Zelenskyy setelah sebagian besar warga Ukraina khususnya anak-anak muda menolak menjadi relawan wajib militer untuk berperang di garis depan melawan Rusia.

Banyak warga Ukraina kemudian pergi ke luar negeri untuk menghindari wajib militer. Mereka mengaku tidak mau menjadi korban perang melawan Rusia yang bersenjata modern dan kuat.

Dari video yang beredar luas di media sosial, personel militer Ukaina yang bertugas merekrut relawan wajib militer berkeliling kota, termasuk masuk ke rumah-rumah penduduk.

Mereka menangkap lalu membawa warga yang sudah berusia 25 tahun untuk menjadi relawan wajib militer.

Dalam video itu juga diperlihatkan sekelompok personel militer turun dari kendaraan minibus lalu masuk ke rumah penduduk.

Mereka kemudian menyeret lelaki usia 20-an tahun. Lelaki muda itu pun meronta-ronta sambil melepaskan diri dari cengkeraman personel militer yang menyeret mereka keluar rumah untuk di bawa masuk ke mobil.

Video lain memperlihatkan seorang warga keluar dari mobilnya sambil membawa tongkat dan berjalan pincang ketika diadang oleh sekelompok personel militer di tengah jalan.

Ketika personel militer Ukraina itu lengah, warga yang berpura-pura pincang tadi langsung berlari sekencangnya meloloskan diri dari militer.

Ada juga seorang warga Ukraina tiba-tiba melompat dari kendaraan yang sedang melaju membawa sekelompok orang untuk dijadikan relawan wajib militer. Warga tadi kemudian melarikan diri dan dikejar oleh personel militer.

Hasil penelusuran di internet menyebut, Ukraina sekarang ini menghadapi krisis personel militer di garis depan pertempuran.

Ukraina sampai merekrut warga asing seperti dari Meksiko dan beberapa negara miskin lainnya untuk menjadi tentara bayaran.

Di antara tentara bayaran Ukraina itu, banyak yang kemudian meninggal terkena serangan militer Rusia. Sebagian lainnya cedera kemudian ditawan Rusia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:08 WIB
X