Presiden Volodymyr Zelenskyy Marah Dengar Informasi Puluhan Ribu Tentara Korea Utara Segera Bantu Rusia

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 26 Juli 2026 | 07:18 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui surat terbuka, menawarkan negara netral seperti Swiss atau Turki sebagai lokasi pertemuan untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki tahun kelima. (x.com@ZelenskyyUa)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui surat terbuka, menawarkan negara netral seperti Swiss atau Turki sebagai lokasi pertemuan untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki tahun kelima. (x.com@ZelenskyyUa)

WartaPesona.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy marah mendengar informasi bahwa puluhan ribu tentara Krea Utara akan dikirim ke Rusia untuk memerangi Ukraina.

"Rusia ingin mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara lagi," kata Zelensky seperti dikabarkan kantor berita Reuters, Minggu 26 Juli 2026.

Tahun 2024, Korea Utara mengirimkan 14.000 tetara mereka ke wilyah Kursl, Rusia untuk membantu Moskow memukul mundur pasukan Ukraina di wilayah tersebut.

Baca Juga: Tim Promosi Adhyaksa FC Dikabarkan Berganti Nama Menjadi Isen Mulang dengan Markas Barunya di Palangkaraya

Zelenskyy mengungkapkan persiapan pengiriman puluhan ribu tentarav Korea Utara itu telah berlangsung sejak pertengahan tahun ini di wilayah Voronezh, Rusia.

Peluncur Peluru Kendali

Selain tentaranya, kata Zelenskyy, Korea Utara sedang sedang menyiapkan pemgiriman peluncur peluru kendali kendali (Rudal) balistik baru ke Rusia.

"Ini adalah ancaman bagi setiap negara di Asia yang berada dalam jangkauan peluru kendali Korea Utara," katanya.

Baca Juga: Dewa United Datangkan Pelatih Baru Asal Brasil Osmar Loss Vieira

Zelenskyy akan membuat sikap balasan terhadap ancaman tersebut.

Zelensky akan membuat sikap balasan terhadap ancaman tersebut.

Wajib Militer Secara Paksa

Rezim Presiden Volodymyr Zelenskyy sedang menggencarkan perekrutan secara paksa terhadap warga Ukraina untuk menjalani sebagai relawan wajib militer.

Baca Juga: Kelompok Perlawanan Bersenjata Houthi di Yaman Kirim Rudal Balasan ke Arab Saudi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:08 WIB
X