Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim di Tubuh Imigrasi

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:37 WIB
Silmy Karim mengenakan baju tahanan KPK. (Dok. KPK)
Silmy Karim mengenakan baju tahanan KPK. (Dok. KPK)

Kita tunggu saja apakah KPK berani membongkar lebih dalam?

Apakah ada pelindung di level menteri atau di luar kementerian?

Karena jaringan sebesar ini jarang berdiri sendiri tanpa payung yang lebih tinggi.

Inilah inti busuknya, wahai rakyat yang muak.

Jaringan Silmy Karim ini bukan sekadar sekelompok maling kecil, melainkan kanker metastatik yang sudah merusak seluruh sistem imigrasi Indonesia.

Mereka saling melindungi, saling bagi hasil, dan menjadikan kedaulatan negara sebagai mesin ATM pribadi.

Kalau KPK berhenti hanya di level ini, berarti mereka hanya memotong ekor ular saja. Kita tuntut kepala ularnya digorok habis-habisan, termasuk siapa pun payung politik di atas Silmy dan Agus Andrianto yang pura-pura “tidak tahu”.

Karena selama sarang ular ini masih utuh, besok akan lahir Silmy Karim-Silmy Karim baru yang lebih licik dan lebih tamak. Telanjangi mereka sampai ke tulang sumsumnya! Rakyat menunggu.***

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X