WartaPesona.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendukung penyusunan kajian akademik prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.
Dukungan Dedi Mulyadi itu ia sampaikan dalam diskusi kecagarbudayaan bertema Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih SangHyang Pake di Museum Pajajaran Bogor, Jawa Barat, Kamis 14 Mei 2026.
Menurut Dedi Mulyadi dalam keterangannya secara tertulis Kamis 21 Mei, kajian akademik akan mengubah cara pandang masyarakat dar mistis menjadi ilmiah.
Baca Juga: Hukum Alam Kejatuhan Pemimpin, Belajar Dari Nero Sampai Marcos
Ia menambahkan bahwa Kota Bogor memiliki posisi penting sebagai pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran yang dibuktikan dengan keberadaan prasasti Batu Tulis.
Oleh karena itu, tambahnya, sejarah itu harus dijelaskan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru.
Ia meyakini bahwa prasasti Batu Tulis bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi bukti kejayaan kerajaan Sunda di bawah kepemimpinan Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.
Ahli epigrafi Titi Surti Nastiti menjelaskan, prasasti Batu Tulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mengenang jasa pendahulunya, Prabu Siliwangi (1482-1521), yang berjasa menata Kota Pakuan Pajajaran sebagai ibu kota kerajaan Sunda.
Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional Ditandai Dengan Tentara Menjadi Petani
Namun, katanya, seiring berjalannya waktu, jejak kejayaan kerajaan Sunda tidak banyak lagi terlihat.
Beberapa faktor sebagai penyebabnya, yang salah satunya pengaruh dari kerajaan Islam di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.
Meski demikian, katanya, ada satu artefak yang masih merepresentasikan kemegahan kerajaan Sunda, mahkota Binokasih yang kini disimpan secara turun-temurun di keraton Sumedang Larang.
Sesuai naskah kuno Carita Parahyangan, mahkota tersebut dibuat di Kerajaan Galuh sebagai simbol kekuasaan dan legitimasi raja-raja Sunda.
Baca Juga: Bapak Aing, Dalam Tradisi dan Filosofi Sunda
Artikel Terkait
Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2024: Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Menuju Kemenangan
Pernikahan Putra Dedi Mulyadi dan Wabup Garut Disambut Hangat Publik, Simbol Perpaduan Dua Tokoh Muda Daerah
Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Dedi Mulyadi, Melawan Mitos Tentang Sunda