Ramai di Medsos, Warung Sarapan di Tebet Gunakan Atribut ‘MBG’ yang Mirip Program Resmi

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 10 April 2026 | 10:29 WIB
Pemilik Lapak 'MBG' di Tebet yang Disebut Jualan Makanan dengan Branding Unik dan Libatkan UMKM Sekitar - WartaPesona.com (kompas megapolitan)
Pemilik Lapak 'MBG' di Tebet yang Disebut Jualan Makanan dengan Branding Unik dan Libatkan UMKM Sekitar - WartaPesona.com (kompas megapolitan)

WartaPesona.com - Aksi seorang pedagang makanan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mendadak viral di media sosial setelah menggunakan nama dan logo yang dinilai menyerupai identitas Badan Gizi Nasional (BGN).

Keunikan strategi pemasaran tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet, terutama karena dikaitkan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam unggahan Instagram @kualimerahputih pada Kamis, 9 April 2026, terlihat lapak sederhana yang menjajakan menu sarapan dengan tulisan mencolok “Sarapan MBG” lengkap dengan logo yang sekilas mirip dengan milik BGN.

Hal ini sontak menarik perhatian publik, lantaran banyak yang mengira lapak tersebut merupakan bagian dari program resmi pemerintah.

Beberapa warganet bahkan sempat memberikan peringatan kepada penjual karena khawatir penggunaan nama dan logo tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Takutnya bikin salah paham, apalagi banyak yang mengira ini bagian dari program pemerintah,” tulis salah satu komentar yang ikut disorot dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Polemik Berlanjut, Kopdes Merah Putih Dikabarkan Akan Gunakan 20.600 Truk untuk Distribusi

Branding Unik yang Picu Perdebatan

Dari penelusuran yang dilakukan, diketahui bahwa istilah “MBG” yang digunakan oleh pedagang tersebut bukanlah singkatan dari Makan Bergizi Gratis.

Sang penjual justru memiliki kepanjangan sendiri, yakni “Mantap Banget Gila”.

Sementara itu, logo “BGN” yang dipasang di lapak disebut sebagai “Badan Ganjel Nyarap”, sebuah istilah yang ia ciptakan sendiri untuk menggambarkan konsep sarapan murah dan mengenyangkan.

Harga menu yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni sekitar Rp12.000 per porsi, sehingga menarik minat pembeli dari kalangan pekerja maupun warga sekitar yang mencari sarapan praktis.

Meski begitu, penggunaan istilah dan visual yang menyerupai program resmi pemerintah tetap menjadi sorotan karena dinilai berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru.

Baca Juga: Bebas dari Kasus Dugaan Mark Up, Videografer Amsal Sitepu Tuntut Pemulihan Nama Baik dari Negara

Penegasan Pedagang : Tidak Terkait Program Pemerintah

Menanggapi ramainya perbincangan, pemilik lapak akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa penggunaan nama “MBG” dan “BGN” semata-mata hanya untuk keperluan branding dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan program pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X