Aksi Pengeroyokan di Acara Pernikahan Purwakarta, Tuan Rumah Meninggal usai Diduga Tolak Permintaan Uang

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 7 April 2026 | 11:08 WIB
Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman, Korban Sempat Terkena Pukul Sebilah Bambu - WartaPesona.com (Kilas Metro)
Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman, Korban Sempat Terkena Pukul Sebilah Bambu - WartaPesona.com (Kilas Metro)

WartaPesona.com - Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan insiden tragis yang terjadi di tengah suasana pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu, 4 April 2026.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah video dan informasi terkait kejadian itu viral di berbagai platform media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @halokrw pada Senin, 6 April 2026.

Dalam kejadian itu, seorang tuan rumah hajatan bernama Dadang (58) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang disebut sebagai oknum preman kampung.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban tengah menggelar pesta pernikahan anaknya, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga.

Baca Juga: Cahaya Misterius di Langit Lampung, Diduga Sisa Roket yang Terbakar di Atmosfer

Kronologi Awal : Permintaan ‘Jatah’ Picu Keributan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika sekelompok orang datang ke lokasi acara dan meminta sejumlah uang kepada pihak penyelenggara hajatan.

Permintaan tersebut diduga sebagai “jatah” yang kerap diminta dalam kegiatan tertentu di lingkungan setempat. Namun, nominal yang diminta disebut tidak disepakati oleh pihak tuan rumah.

Korban diduga menolak permintaan tersebut karena dinilai terlalu besar. Penolakan inilah yang kemudian memicu emosi para pelaku hingga berujung pada keributan.

Situasi yang semula kondusif perlahan berubah tegang. Sejumlah tamu undangan disebut mulai merasa tidak nyaman dengan adanya percekcokan di tengah acara.

Baca Juga: Aksi Joget Nakes di Kamar Operasi Tuai Sorotan, Manajemen RSUD Datu Beru Buka Suara

Keributan Meluas hingga Berujung Kekerasan

Ketegangan semakin memuncak ketika para pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras mulai bertindak agresif.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Campaka Purwakarta, AKP Firman Budiarto, awalnya pelaku meminta uang kepada pemain organ untuk membeli minuman keras.

Pihak penyelenggara sempat menawarkan uang sebesar Rp100 ribu, namun ditolak oleh pelaku karena dianggap kurang.

Penolakan tersebut memicu kemarahan hingga akhirnya terjadi kericuhan di lokasi hajatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X