Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah,” tegas Prabowo.
Baca Juga: MBG Tak Libur Saat Ramadan 2026, Siswa hingga Ibu Hamil Tetap Terima Manfaat
Persatuan Lintas Politik Jadi Kunci
Prabowo menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Ia menilai, rivalitas politik yang berkepanjangan justru akan menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Prabowo, kontestasi politik seharusnya berhenti setelah pemilu usai. Setelah itu, seluruh elemen bangsa wajib bekerja bersama demi kepentingan rakyat tanpa memandang perbedaan latar belakang politik.
“Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terjebak dalam sekat-sekat permusuhan lama. Persaingan selesai, sekarang kita kerja,” ujarnya.
Baca Juga: Aksi Gundul Eddi Brokoli Demi Korban Bencana Sumatera, Seruan Jaga Hutan Indonesia Ikut Menggema
Tolak Sikap Pesimistis
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menolak keras sikap ragu-ragu dan pesimistis dalam menghadapi tantangan pengentasan kemiskinan.
Ia mengingatkan bahwa keraguan justru akan melemahkan semangat dan menghambat langkah-langkah strategis yang seharusnya diambil.
“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan ‘Apa bisa? Apa mampu?’ Kalimat-kalimat seperti itu selalu menimbulkan keraguan,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah bahkan sebelum bertanding. Dengan potensi kekayaan alam yang besar dan sumber daya manusia yang melimpah, Prabowo yakin Indonesia mampu keluar dari jerat kemiskinan jika dikelola dengan kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Bangsa yang besar tidak boleh pasrah. Kemiskinan yang masih tinggi tidak bisa kita terima begitu saja, karena Tuhan sudah menganugerahkan kekayaan yang luar biasa kepada negeri ini,” tandasnya.
Di akhir taklimat, Prabowo kembali mengingatkan para kepala daerah bahwa keberhasilan pemerintah pusat tidak akan tercapai tanpa peran aktif pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Polemik ‘Mens Rea’ Menguat, Pandji Pragiwaksono Angkat Bicara soal Tuduhan Konten Menghina Wapres
Aksi Gundul Eddi Brokoli Demi Korban Bencana Sumatera, Seruan Jaga Hutan Indonesia Ikut Menggema
MBG Tak Libur Saat Ramadan 2026, Siswa hingga Ibu Hamil Tetap Terima Manfaat
Prabowo Tekankan Peran Elite dalam Pengelolaan SDA untuk Menyejahterakan Rakyat