“Pukul 09.30 WIB, keadaan anak-anak yang mengalami gejala bertambah banyak, ada yang muntah, sesak napas, dan pingsan,” jelas pihak sekolah.
Situasi darurat pun tak terhindarkan. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan ambulans mulai berdatangan ke SMAN 2 Kudus untuk mengevakuasi para siswa ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kudus dan sekitarnya.
Total sebanyak 52 ambulans dikerahkan untuk menangani dan merujuk para siswa yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Baca Juga: Disorot DPR, Kapolresta Sleman Dikritik soal Pemahaman Pasal KUHP dalam Kasus Lawan Penjambret
Ratusan Siswa dan Guru Terdampak
Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, pihak SMAN 2 Kudus melaporkan jumlah siswa yang terdampak dalam insiden ini mencapai 521 orang.
Selain itu, sebanyak 24 guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa, meski sebagian besar dalam kondisi ringan.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut, termasuk pemeriksaan sampel makanan MBG dan koordinasi lintas instansi terkait.
Kasus ini pun memicu evaluasi serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan ke sekolah-sekolah. *****
Artikel Terkait
Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, Puluhan Ambulan Dikerahkan
Kepala Bappenas Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Cipta Kerja, Alasannya Soal Pemenuhan Gizi
Disorot DPR, Kapolresta Sleman Dikritik soal Pemahaman Pasal KUHP dalam Kasus Lawan Penjambret
Polda DIY Ambil Langkah Tegas, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan usai Penetapan Tersangka Suami Lawan Penjambret