Kasus Tuduhan Es Spons Berakhir, Pedagang Es Jadul Dapat Perbaikan Rumah dan Pendidikan Anak

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 28 Januari 2026 | 18:38 WIB
Buah Kesabaran Pedagang Es Jadul usai Dituduh Aparat Pakai Bahan Spons: Rumah Diperbaiki, Anaknya Dapat Biaya Sekolah - WartaPesona.com (Jurnal News)
Buah Kesabaran Pedagang Es Jadul usai Dituduh Aparat Pakai Bahan Spons: Rumah Diperbaiki, Anaknya Dapat Biaya Sekolah - WartaPesona.com (Jurnal News)

Pemerintah daerah disebut akan menanggung biaya pendidikan agar sang anak bisa kembali bersekolah tanpa hambatan.

Kisah ini pun menuai beragam respons dari publik. Banyak warganet menilai peristiwa yang dialami Sudrajat

menjadi pelajaran penting tentang kehati-hatian dalam menyampaikan tuduhan, serta pengingat bahwa kejujuran pedagang kecil kerap diuji di tengah keterbatasan.

“Kejujuran tidak pernah sia-sia untuk diperjuangkan. Mari kita kawal bersama agar bantuan ini benar-benar membawa perubahan bagi keluarga Pak Sudrajat,” tulis akun tersebut menutup unggahannya.

Baca Juga: Aksi Petugas SPPG Menantang Ombak Danau Sentani Demi Antar MBG

Polisi yang Menuduh Akui Kekeliruan dan Minta Maaf

Di sisi lain, aparat kepolisian yang sempat melontarkan tuduhan juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, mengakui kekeliruannya dan menyatakan penyesalan atas kegaduhan yang terjadi.

Dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram resmi Polres Metro Jakarta Pusat @polresmetrojakartapusat pada Selasa (27/1/2026),

Ikhwan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan secara khusus kepada Sudrajat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Ikhwan.

Ia menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga yang khawatir terhadap

dugaan peredaran makanan tidak layak konsumsi. Menurutnya, niat awal adalah untuk edukasi dan perlindungan konsumen.

“Niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya,” jelasnya.

Meski demikian, Ikhwan mengakui bahwa dirinya bertindak terlalu cepat dengan menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, seperti Laboratorium Forensik Polri.

“Seharusnya kami melakukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X