Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang hanyut terseret banjir.
Perabot rumah tangga, kendaraan, serta barang-barang milik warga tampak berserakan di sepanjang jalan desa.
Warga menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir karena datang berkali-kali dan membawa material berat yang menghantam bangunan.
Baca Juga: Desa Penakir Pemalang Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan dan Jembatan Terdampak
Warga Mengungsi Bertahap
Pasca banjir, warga yang rumahnya rusak atau terendam memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Namun, proses pengungsian tidak dilakukan secara serentak.
“Mengungsinya pas sudah siang. Ada yang berangkat jam 10.00 WIB, ada yang jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB,” tutur Slamet.
Meski demikian, ia menyebut sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Beberapa RT yang warganya tidak mengungsi antara lain RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24.
Korban dan Data Kerusakan
Terkait korban jiwa, Slamet mengungkapkan bahwa terdapat tiga orang meninggal dunia, namun bukan merupakan warga Desa Penakir.
Para korban diketahui terseret arus di lokasi lain yang juga terdampak banjir bandang.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dampak kerusakan akibat banjir di Desa Penakir cukup besar.
Tercatat 8 unit rumah hanyut, 18 unit rumah rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.
Sementara itu, jumlah warga yang terdampak langsung mencapai 252 kepala keluarga (KK) atau sekitar 911 jiwa.
Ratusan warga tersebut kini membutuhkan bantuan logistik, tempat tinggal sementara, serta layanan kesehatan.
Baca Juga: Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Lokasi Pengungsian dan Status Tanggap Darurat
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian untuk menampung warga terdampak.
Artikel Terkait
Desa Penakir Pemalang Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan dan Jembatan Terdampak
Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan
Suara Gemuruh hingga Warga Berhamburan, Cerita Longsor Cisarua Bandung Barat