Pascabanjir Aceh Timur, Warga Desa Pante Kera Masih Krisis Logistik dan Fasilitas Ibadah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:18 WIB
Kondisi Desa Pante Kera di Aceh Timur yang masih terisolir dan membutuhkan bantuan - WartaPesona.com (Gema Lantang)
Kondisi Desa Pante Kera di Aceh Timur yang masih terisolir dan membutuhkan bantuan - WartaPesona.com (Gema Lantang)

Sekolah Rusak, Anak-anak Terhenti Belajar

Dampak banjir bandang juga dirasakan di sektor pendidikan. Bocah dalam video tersebut mengaku belum bisa kembali bersekolah karena bangunan sekolahnya ikut terdampak banjir.

“Sekarang nggak sekolah, kena banjir juga,” tuturnya.

Seragam sekolah dan pakaian sehari-harinya pun tak tersisa karena hanyut terbawa arus banjir.

“(Seragam) nggak ada, hanyut,” imbuhnya lirih.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana bencana tidak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga memutus akses pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Aceh Timur.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan proses belajar mengajar bisa kembali normal.

Baca Juga: Tangis Guru di Pidie Jaya Pecah Usai Laptop Berisi Data Sekolah Rusak Diterjang Banjir Bandang

Desa Masih Terisolir, Akses Bantuan Sangat Terbatas

Desa Pante Kera dikenal memiliki kondisi geografis yang cukup ekstrem. Aliran sungai besar menjadi satu-satunya jalur utama keluar-masuk desa, baik bagi warga maupun relawan.

Untuk mencapai desa tersebut, bantuan harus dikirim menggunakan kapal nelayan dengan waktu tempuh lebih dari satu jam menyusuri sungai.

Dalam kondisi tertentu, warga dan relawan juga harus menggunakan rakit sederhana untuk menyeberang.

Keterisolasian ini membuat distribusi bantuan menjadi sangat terbatas. Hingga lebih dari satu bulan pascabencana, warga masih kekurangan berbagai kebutuhan dasar.

Dalam unggahan lain, disebutkan bahwa warga Desa Pante Kera masih membutuhkan bantuan logistik, air bersih, obat-obatan, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan ibadah.

Baca Juga: Kisah Guru Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Tali Berujung Solusi, Jembatan Darurat Kini Bisa Dilalui Warga

Listrik Mengandalkan Genset, Air Bersih Jadi Masalah Utama

Tak hanya itu, akses kelistrikan di Desa Pante Kera juga masih sangat minim. Warga hanya mengandalkan satu unit genset untuk satu desa, yang dinyalakan pada malam hari secara bergantian.

“Mereka lebih dari satu bulan ini pakai genset yang hanya hidup di malam hari dan itu pun satu genset dibagi satu desa,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X