Di Podcast Denny Sumargo, Ahok Buka Suara soal Regulasi Pilkada hingga Polemik Stand Up Komedi

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 9 Januari 2026 | 14:24 WIB
Perbincangan eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan artis Denny Sumargo terkait show komika Pandji Pragiwaksono - WartaPesona.com (Seputar NTB)
Perbincangan eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan artis Denny Sumargo terkait show komika Pandji Pragiwaksono - WartaPesona.com (Seputar NTB)

Singgung Show ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono

Tak hanya soal politik dan hukum, podcast tersebut juga menyinggung isu kebebasan berekspresi, khususnya dalam dunia komedi.

Ahok menyebut nama komika Pandji Pragiwaksono yang belakangan ramai dibicarakan publik lewat pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Ahok membuka topik tersebut dengan gurauan yang menyiratkan kekhawatiran atas iklim kebebasan berpendapat.

“Mudah-mudahan Pandji jangan ditangkap, saya juga aman. Kalau Pandji kena, saya bahaya,” ucap Ahok sambil tertawa.

Ucapan tersebut menjadi sorotan karena disampaikan dalam konteks kritik sosial, hukum, dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Ahok mengaku telah menyaksikan penampilan Pandji melalui platform Netflix, meski batal menonton langsung karena khawatir mudah dikenali publik.

“Harusnya saya datang tapi nanti muka saya ketahuan orang. Tapi saya sudah nonton di Netflix,” tuturnya.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap keberanian Pandji dalam menyampaikan materi komedi yang sarat kritik.

“Waduh gila deh Pandji nekat banget. Oke pro kontra dong pasti. Saya sih pro banget tuh,” tegas Ahok.

Baca Juga: Dua Hari Tak Surut, Banjir Rendam Permukiman Warga Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Soal ‘Disclaimer’ dalam Komedi dan Kritik

Menariknya, Ahok juga menyinggung gaya Pandji yang kerap menyertakan disclaimer dalam materi komedinya.

“Kan dia sudah pintar, pakai disclaimer ‘menurut keyakinan saya’. Ini Pandji yang ngajarin nih,” tandas Ahok.

Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti bagaimana komedi kini kerap berada di persimpangan antara kritik, kebebasan berekspresi, dan risiko hukum.

Hingga kini, pihak YouTube maupun Denny Sumargo belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan takedown sementara podcast tersebut.

Namun, peristiwa ini kembali membuka diskusi publik soal batasan konten, kritik, serta ruang aman bagi ekspresi di ruang digital Indonesia. *****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X