Menurut warga, tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak RT, RW, maupun pemerintah desa mengenai alih fungsi lapangan sepak bola yang selama ini digunakan masyarakat.
“RT tidak bilang ke kami sebagai warga. Seharusnya ada musyawarah dulu,” kata seorang warga dalam video.
Warga menilai keputusan tersebut mencederai prinsip partisipasi masyarakat, terlebih karena lapangan tersebut merupakan aset bersama dan menjadi pusat aktivitas pemuda desa.
“Kalau mau bangun koperasi desa, silakan cari tempat lain. Jangan di lapangan ini,” timpal warga lainnya.
Baca Juga: Ferry Irwandi : Pendidikan Berkualitas Melahirkan Individu yang Berdampak bagi Lingkungan Sekitar
Lapangan Jadi Ruang Sosial Warga
Selain sebagai sarana olahraga, lapangan sepak bola desa tersebut juga kerap digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan seperti perayaan hari besar, latihan pemuda, hingga tempat berkumpul anak-anak.
Warga khawatir, jika pembangunan tetap dilanjutkan, maka generasi muda akan kehilangan ruang bermain dan beraktivitas yang aman dan layak.
Mereka juga mempertanyakan dasar penunjukan lokasi pembangunan koperasi yang dinilai tidak mempertimbangkan kepentingan sosial masyarakat desa.
“Ini dilakukan tanpa izin yang jelas, tidak bisa,” tegas warga dalam perdebatan tersebut.
Desakan Transparansi dan Dialog
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah Kabupaten Pati terkait polemik tersebut.
Warga berharap adanya dialog terbuka dan transparansi terkait perencanaan pembangunan, termasuk kejelasan izin, proses pengambilan keputusan, serta alternatif lokasi yang tidak mengorbankan fasilitas umum.
Video tersebut pun terus menuai beragam komentar warganet, yang sebagian besar menyuarakan dukungan terhadap warga Desa Tambaharjo agar ruang publik tetap dipertahankan.
Banyak pihak menilai, pembangunan desa seharusnya tetap mengedepankan musyawarah dan kepentingan bersama, bukan dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat terdampak. *****
Baca Juga: Nadiem Makarim Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Rp809 Miliar dalam Perkara Chromebook
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Rp809 Miliar dalam Perkara Chromebook
Ferry Irwandi : Pendidikan Berkualitas Melahirkan Individu yang Berdampak bagi Lingkungan Sekitar
AS Tuduh Nicolas Maduro Terlibat Narkotika Internasional, Istana Presiden Venezuela Bereaksi Keras
Aditya Zoni Buka Dugaan Intimidasi terhadap Ammar Zoni di Rutan, Sebut Kakaknya Dipaksa Akui Edarkan Sabu