“Di sini ada 18 orang. Apa yang ada, itu yang kami makan. Anak-anak dan orang sakit didahulukan, kami orang tua nggak apa-apa,” tuturnya.
Meski kebutuhan sangat terbatas, ia mengaku berusaha tetap tegar demi keluarga.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang, Anak-Anak Tetap Antusias Meski Belum Pakai Seragam
Bantuan Hilang dan Hanyut Terbawa Banjir
Penderitaan tak berhenti sampai di situ. Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan yang sempat diterimanya justru hilang karena dicuri orang tak bertanggung jawab.
“Habis salat Ashar saya pulang lihat rumah ibu. Barang-barang yang dikasih orang saya taruh di dalam rumah, nggak dikunci.
Besoknya datang, sudah nggak ada lagi,” katanya.
Saat banjir kembali datang, sisa barang yang masih ada pun ikut hanyut.
“Yang pertama dicuri orang, yang kedua dihantam air banjir. Habis semua,” lanjutnya.
Pemkab Pidie Jaya Siapkan Huntara
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyatakan tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan pengungsi yang saat ini tersebar di 37 titik pengungsian.
Berdasarkan data Posko Tanggap Bencana Pidie Jaya per 3 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.782 Kepala Keluarga (KK) atau 13.208 jiwa masih berada di pengungsian.
Sebaran posko meliputi Kecamatan Meureudu dengan 15 titik, Kecamatan Meurah Dua sebanyak 20 titik, serta dua titik pengungsian di Kecamatan Bandar Dua.
Pemerintah daerah berharap pembangunan huntara dapat segera direalisasikan agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu proses pemulihan pascabencana. *****
Baca Juga: Viral Biaya Sumur Bor Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Ungkap Fakta Pembuatan Cuma Rp15 Juta
Artikel Terkait
Viral Biaya Sumur Bor Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Ungkap Fakta Pembuatan Cuma Rp15 Juta
Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang, Anak-Anak Tetap Antusias Meski Belum Pakai Seragam
Akses Jalan Terputus Pascabanjir, Guru di Aceh Tengah Bertaruh Nyali Menyeberangi Sungai Menuju Sekolah
Air Minum Langka di Area Kota Aceh Tamiang, Warga : Mau Beli Susah, Bantuan Juga Minim