“Kami air yang krisis. Mau beli, belum ada yang buka kedai,” ungkap seorang warga lainnya.
Menurut warga, pada masa-masa awal pascabanjir, bantuan air minum relatif mudah didapatkan.
Banyak relawan maupun pengendara yang melintas memberikan galon atau air kemasan kepada warga di kawasan kota.
Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan tersebut mulai berkurang dan tidak lagi rutin diterima.
“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih. Sekarang udah kurang bantuan airnya, sekarang nggak ada lagi,” katanya.
Baca Juga: Viral Biaya Sumur Bor Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Ungkap Fakta Pembuatan Cuma Rp15 Juta
Bantuan Difokuskan ke Pelosok
Warga membenarkan bahwa saat ini distribusi bantuan air minum lebih banyak difokuskan ke wilayah pelosok dan daerah dengan akses yang lebih sulit.
Akibatnya, kawasan kota yang dianggap sudah pulih justru luput dari pendataan kebutuhan lanjutan.
“Sekarang ini bantuan air banyak dikirim ke pelosok, jadi di kota nggak dapat lagi,” tutur warga.
Padahal, menurut mereka, kondisi air bersih di wilayah perkotaan Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih.
Sumur warga masih tercemar lumpur, sementara pasokan air bersih belum sepenuhnya normal.
Baca Juga: Tumpukan Kayu Gelondongan Jadi Akses Darurat Relawan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Aceh
Harap Perhatian Berkelanjutan
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur yang tampak secara kasat mata, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga yang berkelanjutan.
Warga berharap pemerintah dan relawan kembali memperhatikan distribusi bantuan air minum di kawasan kota,
setidaknya hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Artikel Terkait
Tumpukan Kayu Gelondongan Jadi Akses Darurat Relawan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Aceh
Viral Biaya Sumur Bor Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Ungkap Fakta Pembuatan Cuma Rp15 Juta
Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang, Anak-Anak Tetap Antusias Meski Belum Pakai Seragam
Akses Jalan Terputus Pascabanjir, Guru di Aceh Tengah Bertaruh Nyali Menyeberangi Sungai Menuju Sekolah