Akses Terputus, Relawan Bidan Gunakan Rakit dan Nyaris Tenggelam di Sungai Kala Ili Aceh Tengah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 6 Januari 2026 | 10:13 WIB
Beberapa relawan bidan nyaris hanyut karena terbawa arus sungai Kala Ili yang cukup deras di Aceh Tengah - WartaPesona.com (Rona Jateng)
Beberapa relawan bidan nyaris hanyut karena terbawa arus sungai Kala Ili yang cukup deras di Aceh Tengah - WartaPesona.com (Rona Jateng)

Akses Terbatas, Rakit Jadi Satu-satunya Jalan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat insiden tersebut terjadi, jembatan darurat belum selesai dibangun.

Sementara akses jalan darat masih terputus total akibat longsor dan banjir.

Dalam kondisi tersebut, rakit menjadi satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan warga, baik untuk mengangkut logistik, menyeberangkan relawan, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga Kampung Owaq dan Kemukiman Wih Dusun Jamat terpaksa menyesuaikan diri dengan situasi darurat, meski risiko kecelakaan setiap saat mengintai.

Baca Juga: Akses Masih Sulit, Warga Ketol Aceh Tengah Manfaatkan Tali Sling untuk Aktivitas Harian

Jembatan Apung Darurat Mulai Difungsikan

Kabar baiknya, saat ini Sungai Kala Ili sudah dapat diseberangi dengan lebih aman. Warga setempat bersama TNI dan Polri bergotong royong

membangun jembatan apung darurat untuk menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Jembatan apung tersebut dibangun dengan memanfaatkan drum plastik dan kayu sebagai struktur utama.

Meski bersifat sementara, jembatan ini dinilai cukup kokoh untuk menunjang mobilitas warga.

Dengan berfungsinya jembatan apung ini, akses transportasi antara Kampung Owaq dan Kemukiman Wih Dusun Jamat kembali tersambung, sehingga aktivitas warga perlahan mulai pulih.

Berdasarkan keterangan warga, jembatan apung darurat itu kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua (R2) serta pejalan kaki, sekaligus memudahkan distribusi bantuan pascabanjir.

Pembangunan jembatan permanen diharapkan dapat segera dilakukan agar warga tidak lagi bergantung pada akses darurat yang rawan dan berisiko, terutama saat debit air Sungai Kala Ili kembali meningkat. *****

Baca Juga: Akses Putus usai Banjir Bandang, Ibu Hamil di Sumbar Terpaksa Lewati Tebing Curam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X