Diteror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov, DJ Donny Tempuh Jalur Hukum

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 5 Januari 2026 | 11:01 WIB
kasus teror yang dialami influencer DJ Donny hingga menuai kritik pedas dari pengacara Firdaus Oiwobo - WartaPesona.com (Klik Times)
kasus teror yang dialami influencer DJ Donny hingga menuai kritik pedas dari pengacara Firdaus Oiwobo - WartaPesona.com (Klik Times)

“Di situ ada tulisan, ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media’. Ada juga foto saya, di bagian leher seperti diiris,” bebernya.

Donny mengaku awalnya tak berniat melaporkan ancaman tersebut. Namun, setelah teror meningkat menjadi aksi pelemparan bom molotov,

ia menilai ancaman itu sudah melampaui batas.

“Kalau ancaman masih berupa tulisan, mungkin enggak usah dilaporkan. Tapi ini sudah menyangkut keselamatan banyak orang,” ujarnya.

Desak Polisi Segera Ungkap Pelaku

Donny berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku teror tersebut. Menurutnya, penanganan cepat sangat penting untuk mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Ini harus diungkap segera. Kalau tidak, nanti persepsi publik terhadap pemerintah bisa jadi buruk,” tandasnya.

Di sisi lain, banyak warganet dan sesama influencer menyampaikan dukungan serta simpati kepada Donny.

Mereka menilai aksi teror semacam ini merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan keselamatan publik.

Namun, tidak semua pihak percaya begitu saja dengan narasi teror yang dialami Donny.

Kritik dan Tuduhan Playing Victim

Salah satu kritik keras datang dari pengacara sekaligus Ketua Organisasi Kemasyarakatan Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo.

Ia justru menuding bahwa aksi teror tersebut berpotensi sebagai rekayasa atau sandiwara untuk menarik simpati publik.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus melontarkan kritik pedas terhadap DJ Donny.

“Donny, baru ngerasain diancam saja sudah koar-koar ke sana ke sini. Mulutmu fitnah melulu isinya,” kata Firdaus.

Ia juga menilai Donny terlalu cepat mengaitkan peristiwa teror tersebut dengan pemerintah, sehingga berpotensi memunculkan persepsi politik tertentu.

“Anda jangan playing victim. Bisa jadi itu rekayasa. Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X