WartaPesona.com - Berdasarkan informasi dari akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di platform X, gempa bumi pertama tercatat terjadi pada pukul 20.43 WIB dengan magnitudo 4,5.
Pusat gempa berada sekitar 6 kilometer di barat daya Bener Meriah, dengan kedalaman 7 kilometer.
Gempa tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan. Getaran menyebabkan perabot rumah bergoyang dan membuat warga berhamburan keluar rumah.
Kepanikan semakin meningkat karena gempa tidak berhenti pada satu kejadian saja.
Dalam kurun waktu kurang dari dua jam, tercatat tujuh kali gempa susulan yang kembali mengguncang kawasan sekitar Gunung Burni Telong.
Kondisi ini membuat warga memilih untuk tidak kembali ke dalam rumah, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Rp8,7 Miliar Dana Tunggu Hunian Cair, BNPB Percepat Pemulihan Pascabencana
Warga Bertahan di Teras hingga Mengungsi
Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan warga Bener Meriah memilih tidur di teras, halaman rumah, hingga pinggir jalan, demi menghindari risiko tertimpa bangunan jika gempa kembali terjadi.
“Ya Allah lindungi kami semua. Malam ini tidur di teras rumah, takut gempa susulan lagi. Tetap waspada untuk kita semua,” tulis keterangan dalam salah satu video yang diunggah akun Instagram @keber_gayo pada Selasa malam.
Tak sedikit pula warga yang memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman, baik ke rumah kerabat maupun ke wilayah lain di luar pusat aktivitas gempa.
Jalanan Padat, Warga Cari Lokasi Aman
Kepanikan warga turut berdampak pada arus lalu lintas. Video lain yang beredar di media sosial menunjukkan kepadatan kendaraan di kawasan Pante Raya, Bener Meriah, akibat warga yang berbondong-bondong pergi mencari lokasi aman.
“Efek gempa, jadi macet. Banyak yang mengungsi ke tempat cari aman,” ujar perekam video dalam unggahan akun Instagram @destinasigayoo.
Beberapa warga memilih mengungsi ke daerah yang lebih jauh dari Gunung Burni Telong, sementara lainnya bertahan di tempat terbuka sembari memantau perkembangan situasi.
Baca Juga: Sembako Mahal di Takengon, Warga Pilih Jalan Kaki ke Bener Meriah untuk Tekan Pengeluaran
Artikel Terkait
Malam Penuh Teror di Aceh Tamiang, Warga Selamatkan Diri ke Atap Saat Banjir Melanda
Cegah Penyakit Menular Pascabanjir, Mantan Ketum PB IDI Dorong Layanan Medis Dekat Pengungsi
Sembako Mahal di Takengon, Warga Pilih Jalan Kaki ke Bener Meriah untuk Tekan Pengeluaran
Rp8,7 Miliar Dana Tunggu Hunian Cair, BNPB Percepat Pemulihan Pascabencana