“Dari flyover Ciputat sampai UMJ, di depan-depan ruko, sampah belum pada diangkut,” ucapnya.
Soroti Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Lebih jauh, David menilai kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga sekitar.
Sampah yang menumpuk dalam waktu lama dikhawatirkan menjadi sumber penyakit, mengundang hama, serta mencemari lingkungan.
Ia juga menyoroti risiko bagi pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengendara, yang harus melintas di tengah bau menyengat dan pemandangan sampah yang berserakan.
Singgung Ironi Pembangunan Kota
Dalam pernyataannya, David menyinggung ironi antara pesatnya pembangunan di Tangerang Selatan dengan persoalan dasar yang belum terselesaikan.
Menurutnya, Tangsel dikenal sebagai kawasan perkotaan modern dengan banyak perumahan elite, pusat gaya hidup, serta fasilitas olahraga yang berkembang pesat.
Namun, di sisi lain, masalah mendasar seperti pengelolaan sampah justru terkesan terabaikan.
“Jadi warga Tangsel banyak banget ironinya, perumahan elit banyak, lapangan padel banyak,” ujar David.
Ia mempertanyakan bagaimana konsep kota modern dapat berjalan dengan baik jika persoalan kebersihan dan pengelolaan limbah belum tertangani secara serius.
“Cuma ini buang sampahnya di mana? Masa di jalanan?” katanya menambahkan.
Desak Pemerintah Daerah Hadir dan Bertanggung Jawab
David pun menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan semata-mata kesalahan warga, melainkan mencerminkan lemahnya sistem dan pengawasan dari pihak terkait.
Ia meminta pemerintah daerah, termasuk pemangku kebijakan di tingkat kota dan dinas terkait, untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah konkret.
“Siapa ini yang tanggung jawab kalau sudah begini? Ayo pemimpin pada hadir,” pungkasnya.