“Obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja ya,” ujarnya.
Selain itu, Presiden juga mengusulkan agar kebutuhan pakaian ditangani melalui proyek khusus yang sekaligus memberdayakan industri garmen dan tekstil dalam negeri.
“Bikin proyek khusus pakaian untuk dikirim ke daerah-daerah. Ini juga bisa boost untuk industri garmen kita,” kata Prabowo.
Peringatan Keras Soal Korupsi dan Penyelewengan
Salah satu poin paling tegas dalam rapat tersebut adalah peringatan Prabowo kepada seluruh aparatur negara agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk keuntungan pribadi.
“Tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan. Jangan ada mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat,” tegasnya.
Ia meminta kementerian, lembaga, pemerintah daerah, bahkan aparat penegak hukum untuk mengawasi ketat proses distribusi bantuan, terutama terkait praktik nakal seperti pelipatan harga atau manipulasi kebutuhan dasar.
“Pemda catat kalau ada yang nakal-nakal lipatgandakan harga dan sebagainya,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Dikecam Warga karena Tinggalkan Daerah saat Banjir Masih Melanda
Komitmen untuk Tetap di Lapangan
Dengan bermalam di Aceh dan memimpin rapat hingga larut malam, Prabowo menutup forum dengan janji bahwa pemerintah pusat akan terus berada bersama masyarakat sampai kondisi pulih sepenuhnya.
“Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai,” tegasnya.
Presiden juga menyampaikan bahwa kedatangannya bukan hanya untuk simbolis, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap proses penanganan bencana. *****
Artikel Terkait
Bupati Aceh Selatan Dikecam Warga karena Tinggalkan Daerah saat Banjir Masih Melanda
Gerindra Copot Mirwan dari Jabatan, Publik Desak Pemerintah Tegas soal Pejabat yang Tinggalkan Warga Saat Bencana
Momen Haru Prabowo : Ucapkan Terima Kasih kepada Petugas Penanggulangan Bencana Aceh
Prabowo Bermalam di Aceh, Tambah Anggaran Rp20 M untuk Provinsi & Rp4 M untuk Kabupaten : Fokus Penuhi Kebutuhan Bayi dan Perempuan