Salah satu isu paling mendesak yang disoroti Syafii adalah kondisi korban di wilayah yang terputus total akibat kerusakan akses jalan dan longsor besar.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kondisi korban yang terjebak di titik-titik terpencil dinilai sangat memprihatinkan.
“Rata-rata kondisi korban yang ada di daerah terisolasi ini ada beberapa bahkan banyak luka patah terbuka yang sebenarnya sudah lebih dari 5 hari belum mendapatkan sentuhan medis,” ungkapnya.
Basarnas terpaksa mengerahkan helikopter untuk melakukan evakuasi medis darurat dan mengirimkan bantuan pertama karena jalur darat maupun sungai tidak lagi bisa dilalui.
Menurut laporan tim lapangan, beberapa korban mengalami infeksi akibat luka terbuka yang tidak mendapatkan penanganan, sementara yang lain mengalami dehidrasi dan hipotermia karena minimnya logistik dan perlindungan.
Baca Juga: Evakuasi Terhambat Cuaca, TNI Maksimalkan Pengiriman Bantuan Lewat Pesawat Hercules dan Helikopter
Operasi SAR Paling Berat Tahun Ini : Cuaca Ekstrem, Lumpur, dan Personel Mulai Kelelahan
Syafii menegaskan bahwa operasi SAR kali ini adalah salah satu yang paling berat dan kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya melibatkan banjir, tetapi juga banjir bandang, lumpur setebal pinggang orang dewasa, longsor berlapis, hingga jalan yang amblas total.
“Kondisi bencana yang terjadi memerlukan effort yang agak ekstra. Tidak seperti kedaruratan di gedung atau titik khusus, medan yang kami hadapi sangat beragam dan berubah-ubah,” katanya.
Para personel SAR di lapangan bekerja siang dan malam, sering kali hanya beristirahat tiga hingga empat jam sebelum kembali menghadapi medan yang sulit.
Banyak dari mereka juga menghadapi risiko saat harus bekerja di lereng yang labil atau sungai yang debitnya meningkat tiba-tiba.
Cuaca ekstrem dengan hujan deras hampir setiap malam turut memperparah kondisi pencarian.
Prioritas : Assesmen Udara Cepat dan Distribusi Logistik ke Titik Terisolasi
Saat ini, Basarnas memusatkan upaya pada percepatan assesmen udara untuk memastikan titik pencarian dan evakuasi dapat diprioritaskan berdasarkan risiko dan kebutuhan.
Artikel Terkait
BNPB : Tantangan Terbesar Pemulihan Bencana Sumatera Ada pada Akses Jalan dan Komunikasi
Evakuasi Terhambat Cuaca, TNI Maksimalkan Pengiriman Bantuan Lewat Pesawat Hercules dan Helikopter
Tim SAR Kerahkan Personel Tambahan di Agam : Fokus pada Evakuasi, Pencarian, dan Pemulihan Cepat
Suharyanto Mohon Maaf ke Pemkab Tapsel : Dampak Banjir Jauh Lebih Parah dari Perkiraan