Suharyanto Mohon Maaf ke Pemkab Tapsel : Dampak Banjir Jauh Lebih Parah dari Perkiraan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 2 Desember 2025 | 10:49 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan - WartaPesona.com (Klik Indonesia)
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan - WartaPesona.com (Klik Indonesia)

WartaPesona.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memberikan pernyataan terbuka disertai permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Gus Irawan, terkait penilaian awal yang menyebut banjir di wilayah tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan.

Pernyataan itu disampaikan langsung saat ia meninjau lokasi bencana di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Senin, 1 Desember 2025.

Kondisi di lapangan menunjukkan skala kerusakan yang jauh lebih besar daripada laporan awal yang diterima pemerintah pusat.

Baca Juga: Prabowo ke Lokasi Banjir Tapanuli: BBM & Listrik Jadi Prioritas Utama

BNPB Akui Kekeliruan Penilaian Awal

Dalam kunjungannya, Suharyanto tidak menutupi keterkejutannya. Di hadapan Bupati dan sejumlah pejabat daerah, ia mengakui bahwa situasi di Tapsel jauh melebihi estimasi awal.

“Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” ungkap Suharyanto kepada awak media dan pejabat yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan informasi di beberapa titik bencana bergerak sangat cepat, sehingga ada perbedaan antara laporan awal dengan realitas lapangan.

Situasi yang kompleks akibat kombinasi banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur membuat penanganan membutuhkan koreksi cepat dan penguatan koordinasi.

Pengungsi Menjadi Prioritas Utama

Salah satu hal yang paling disorot Suharyanto adalah penanganan ribuan warga yang mengungsi.

Menurutnya, durasi tinggal di tenda pengungsian harus benar-benar diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental para korban.

“Ini enggak mungkin mereka akan tinggal seterusnya. Itu maksimal kemampuan orang tuh dua minggu. Setelah itu penyakit datang, mental juga terkena itu,” jelasnya.

Ia meminta jajarannya di BNPB, bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, serta posko bencana, untuk memastikan pengungsi dipindahkan ke tempat yang lebih layak bila proses pemulihan memakan waktu panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X