Namun, informasi temuan bunga mekar yang akurat mengarahkan tim peneliti ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
Hal ini karena Rafflesia hasseltii tengah mekar di kawasan hutan yang dikelola Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN).
BRIN tidak hanya sekedar dokumentasi tapi juga memastikan bahwa prosedur ilmiah serta etika penelitian dilakukan dengan benar. Semua proses pengambilan sampel dilaksanakan secara legal dengan izin dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE).
"Sampel yang kami kumpulkan sepenuhnya untuk kepentingan ilmiah dan dilakukan sesuai ketentuan. BRIN tidak membawa material genetik ke luar negeri," terangnya.
Joko menambahkan bahwa kolaborasi antara peneliti; akdemisi; pemerintah pusat dan daerah; pengelola kawasan; serta komunitas lokal merupakan kunci keberhasilan riset dan pelestarian Rafflesia.
Riset ini tidak hanya memastikan keberadaan Rafflesia hasseltii, tetapi membuka peluang identifikasi jenis baru Rafflesia.
Joko menyebut juga ada indikasi kuat ditemukannya beberapa jenis baru Rafflesia berdasarkan karakter morfologi dan hasil whole genome sequencing.*****
Artikel Terkait
Lagi di Yogyakarta Bingung Mau Makan Apa? Ini Rekomendasi Bakmi Jawa Bantul 2025 yang Enak, Legendaris, dan Wajib Kamu Coba!
WeekEnd At Parapuar 13 Dorong Ekosistem Kreatif dan Kemandirian Masyarakat
Spesial Libur Nataru 2025/2026 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Mengadakan Program Diskon Tiket 30%
Perut Sering Bermasalah? Coba 5 Makanan Fermentasi yang Bisa Bikin Perut Kamu Lebih Nyaman