Nadhirah berharap dokumen ini menjadi acuan wajib bagi pemerintah daerah serta sektor swasta yang terlibat dalam industri pariwisata.
Paparan Teknis dan Diskusi Lintas Sektor Perkuat Strategi
Kegiatan sosialisasi juga menghadirkan paparan kajian teknis dari Senior Legal and Policy Specialist Program SIAP SIAGA, Tri Rahayu Wulansari, yang mengulas secara rinci peta risiko, strategi mitigasi, serta rekomendasi penguatan kebijakan penanggulangan bencana.
Sesi diskusi interaktif turut melibatkan perwakilan pemerintah daerah, lembaga mitigasi, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata. Berbagai masukan terkait kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan manajemen risiko lingkungan dibahas secara konstruktif.
BPOLBF Tegaskan Komitmen Bersama
Melalui kegiatan ini, BPOLBF menegaskan komitmennya mendukung penuh upaya BNPB, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Labuan Bajo sebagai destinasi yang:
-
aman untuk dikunjungi,
-
tangguh dalam menghadapi bencana,
-
berkelanjutan secara lingkungan,
-
serta kompetitif di tingkat nasional dan global.
“Kolaborasi yang kuat akan memastikan Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga siap menghadapi segala kondisi,” tutup Dwi Marhen Yono. *****
Artikel Terkait
Labuan Bajo Lebih Bersih: BPOLBF Rutin Gelar Gerakan Wisata Bersih Setiap Jumat
BPOLBF Bawa Semangat Flores ke Panggung Dunia! Labuan Bajo Jadi Sorotan di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025
Gerakan Wisata Bersih di Labuan Bajo: BPOLBF dan UPH Kumpulkan 127,8 Kg Sampah Demi Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Kunker Deputi Kemenpar Pimpin Pembinaan SDM dan Organisasi BPOLBF di Labuan Bajo