Ringkasan :
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia dengan strategi kabinet yang solid dan terukur. Ia menyoroti pentingnya menciptakan lapangan kerja baru sebagai prioritas utama dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.
- Prabowo menilai, kemajuan teknologi membawa tantangan baru bagi dunia kerja, seperti otomatisasi yang mengurangi peran manusia di industri. Untuk itu, ia meniru langkah Jerman dalam menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan perlindungan terhadap pekerja.
- Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa stimulus ekonomi sebesar Rp200 triliun akan mulai berdampak positif pada akhir 2025. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan melampaui 5,5 persen diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan menekan tingkat pengangguran nasional.
Ringkasan di atas dihasilkan menggunakan AI.
WartaPesona.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan fokus pemerintahannya pada isu pengangguran yang masih membayangi masyarakat Indonesia.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo menyoroti penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama yang harus segera diwujudkan oleh jajaran kabinetnya.
Baca Juga: Dulu Banyak yang Nganggur, Sekarang Fresh Graduate Bisa Langsung Dapat Kerja Lewat Program Ini!
Ia mengibaratkan kabinet sebagai tim sepak bola, di mana setiap menteri harus memainkan perannya secara kompak agar strategi besar pemerintah berjalan efektif.
Prabowo juga menyoroti perubahan dunia kerja yang kian cepat akibat kemajuan teknologi dan disrupsi industri.
Ia mencontohkan kondisi di Jerman, di mana otomatisasi membuat ribuan pekerja tergantikan oleh robot.
Baca Juga: Magang Bergaji Nasional Diperluas, Mampukah Program Ini Kurangi Pengangguran Muda?
Meski tingkat pengangguran di Indonesia berhasil ditekan menjadi 4,67 persen, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh puas.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi industri dan perlindungan tenaga kerja manusia.
Untuk menekan pengangguran di bawah 4 persen pada akhir masa pemerintahannya, Prabowo menyiapkan strategi memperbanyak pelatihan kerja, mempercepat investasi di sektor padat karya, serta mendorong adaptasi teknologi di kalangan tenaga kerja.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bocorkan Solusi untuk Fresh Graduate: Tenang, 100 Ribu Magang Berbayar Siap Dibuka!
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan mulai menunjukkan hasil positif.
Artikel Terkait
Telisik Alasan Prabowo Memberhentikan Arief Prasetyo dari Kepala Bapanas: Jabatan Diambil Alih Menteri Pertanian, Ada Tugas Baru Menanti!
Prabowo Subianto Mendarat di Mesir, Saksikan Momen Bersejarah Penandatanganan Perdamaian Gaza
CEO Promedia Bongkar Oknum Tukang Proyek di Program MBG: 'Jangan Rusak Cita-Cita Besar Presiden Prabowo!'