Radiasi Cs-137 di Cikande: Pemerintah Tetapkan Zona Khusus, Ribuan Warga Jalani Pemeriksaan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 11:51 WIB
Gambar ilustrasi : petugas melakukan pemantauan radiasi di kawasan - WartaPesona.com (Freepik/@ArtPhoto_studio)
Gambar ilustrasi : petugas melakukan pemantauan radiasi di kawasan - WartaPesona.com (Freepik/@ArtPhoto_studio)

WartaPesona.com – Kawasan Industri Modern Cikande di Serang, Banten, tengah menjadi sorotan publik usai ditemukannya material radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

Temuan ini membuat pemerintah bergerak cepat dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai zona khusus radiasi sekaligus melakukan pemeriksaan medis massal kepada warga dan pekerja di sekitar lokasi.

Langkah ini ditempuh setelah adanya dugaan pencemaran radiasi yang bersumber dari aktivitas peleburan logam bekas di PT Peter Metal Technology (PMT).

Bahkan, dampak kasus ini sempat meluas hingga ke sektor ekspor, dengan ditolaknya produk udang beku Indonesia oleh Amerika Serikat pada Agustus 2025 lalu.

Baca Juga: Luhut dan Gus Ipul Tinjau Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Pastikan Tepat Sasaran. Masyarakat Bisa Ajukan Bansos lewat Aplikasi Portal Perlinsos

1. Pemerintah Tetapkan Status Kejadian Khusus

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kontaminasi Cs-137 hanya terdeteksi di kawasan industri Cikande, tidak sampai ke rantai pasok nasional.

“Cikande resmi kita tetapkan sebagai status kejadian khusus radiasi radionuklida Cs-137. Penanganan harus cepat dan terukur agar tidak menimbulkan kepanikan serta bisa mengembalikan kepercayaan publik,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (30/9).

2. Lebih dari 1.500 Orang Diperiksa

Sejak ditetapkannya zona radiasi, Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap 1.562 orang yang terdiri dari pekerja pabrik dan warga sekitar.

Hasilnya, sembilan orang dinyatakan terindikasi terpapar radiasi internal setelah melalui pemeriksaan whole body counter (WBC).

Kendati demikian, kondisi mereka stabil dan langsung ditangani secara medis di RS Fatmawati, Jakarta, dengan terapi obat Prussian Blue untuk mengurangi paparan dalam tubuh.

“Edukasi risiko terus dilakukan agar masyarakat tetap tenang. Pemeriksaan tambahan akan diperluas sesuai pemetaan BAPETEN dan BRIN,” jelas Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes.

Baca Juga: Resmikan Pabrik Pemurnian Logam Mulia, Presiden Prabowo Pacu Hilirisasi demi Kedaulatan Ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X