Pembongkaran Tembok GWK: Harapan Baru Warga Ungasan dan Dampaknya pada Citra Pariwisata Bali

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 17:24 WIB
Ikon patung Garuda Wisnu Kencana, destinasi pariwisata unggulan Bali yang kini diharapkan kembali bersinergi dengan masyarakat lokal - WartaPesonacom (Instagram/@gwkbali)
Ikon patung Garuda Wisnu Kencana, destinasi pariwisata unggulan Bali yang kini diharapkan kembali bersinergi dengan masyarakat lokal - WartaPesonacom (Instagram/@gwkbali)

WartaPesona.com – Suasana haru menyelimuti Banjar Adat Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Rabu (1/10/2025) pagi.

Suara palu dan mesin pemotong beton memecah keheningan saat manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) mulai membongkar tembok yang setahun terakhir menutup akses warga.

Selama setahun penuh, ratusan warga hidup terisolasi. Jalan yang biasa mereka gunakan untuk aktivitas sehari-hari ditutup, memaksa mereka menempuh jalur alternatif melewati semak-semak atau meminjam lahan orang lain.

Kini, setelah adanya rekomendasi DPRD Bali dan instruksi tegas Gubernur Bali Wayan Koster, tembok tersebut akhirnya dibongkar. Keputusan ini disambut bahagia oleh warga, meski mereka masih berharap seluruh perimeter yang menghalangi jalan umum juga dibuka.

Baca Juga: Menteri Pariwisata Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Bali Pascabanjir

Dampak Positif ke Pariwisata Bali

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut salah satu ikon pariwisata Bali, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Selama tembok berdiri, bukan hanya warga yang dirugikan, tetapi juga citra pariwisata Bali yang dikenal ramah dan terbuka ikut tercoreng.

Gubernur Bali menegaskan, pengelolaan destinasi wisata tidak boleh eksklusif, melainkan harus bersinergi dengan masyarakat.

“GWK tidak boleh memusuhi warga, melainkan menjadikan warga sebagai bagian dari ekosistem pariwisata,” ujarnya.

Dengan dibongkarnya tembok, harapan baru terbuka. Hubungan harmonis antara pengelola destinasi dan masyarakat lokal akan menjadi modal penting menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Wisatawan tentu lebih nyaman berkunjung ke sebuah daerah di mana masyarakat lokal merasa dihargai dan dilibatkan.

Baca Juga: Banjir Bali Jadi Sorotan, Menteri LH Hanif Faisol Singgung soal Jalur Hukum Jika Ada Pelanggaran Lingkungan

Harapan Warga dan Pemerintah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X