Dalam Sepekan, Merapi Luncurkan 88 Kali Guguran Lava: Status Siaga Tetap Berlaku

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 28 September 2025 | 07:07 WIB
Kubah lava Merapi mengeluarkan asap putih tebal, menandakan aktivitas vulkanik yang masih tinggi. (Sumber: BPPTKG)
Kubah lava Merapi mengeluarkan asap putih tebal, menandakan aktivitas vulkanik yang masih tinggi. (Sumber: BPPTKG)

WartaPesona.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Dalam periode 19–25 September 2025, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 88 kali guguran lava pijar dengan jarak luncuran mencapai 2.000 meter.

Dari total guguran tersebut, lima kali terjadi ke arah hulu Kali Bebeng, 37 kali ke arah Kali Krasak, dan 46 kali mengarah ke Kali Sat/Putih berdasarkan rilis berita dari BNPB.

Analisis morfologi dari kamera pengamatan di Ngepos dan Babadan2 menunjukkan adanya perubahan kecil di Kubah Barat Daya akibat aktivitas guguran lava, sedangkan Kubah Tengah relatif stabil.

Data foto udara per 25 Agustus 2025 memperlihatkan volume Kubah Barat Daya mencapai 4,17 juta m³ dan Kubah Tengah sekitar 2,36 juta m³.

Baca Juga: Menaklukkan Keindahan Gunung Merapi: Eksplorasi Puncak Jawa Tengah

Aktivitas Kegempaan Meningkat

Seiring dengan peningkatan guguran lava, kegempaan juga menunjukkan tren naik dibandingkan pekan sebelumnya. BPPTKG mencatat 81 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 644 gempa Fase Banyak (MP), 520 gempa Guguran (RF), serta 9 gempa Tektonik (TT).

Meski deformasi tubuh gunung terpantau relatif stabil melalui pengukuran EDM dan GPS, peningkatan gempa menjadi sinyal penting adanya suplai magma yang terus berlangsung di dalam tubuh Merapi.

Status Siaga Level III Masih Berlaku

Merapi saat ini masih berada dalam fase erupsi efusif, yakni keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk aliran lava dan material guguran.

Status aktivitas tetap berada di Siaga (Level III). Potensi bahaya utama meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, dengan jarak ancaman hingga 5 km di Sungai Boyong serta 7 km di alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng.

Baca Juga: Destinasi ala Bali di Candhari Heaven Prambanan, lereng Gunung Merapi tampak indah dari sini

Di sektor tenggara, potensi bahaya mengancam Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Upaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X