Kunjungan singkat tersebut juga mencakup pertemuan dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Mark Carney.
Belanda: Pengembalian Artefak Sejarah
Agenda terakhir berlangsung di Belanda, di mana Prabowo disambut Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch.
Hasil pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan pengembalian sekitar 30.000 artefak bersejarah milik Indonesia, mulai dari benda seni Jawa, fosil, hingga dokumen berharga.
Baca Juga: Madrid: Kota yang Selalu Hidup dan Tak Pernah Kehilangan Pesona
“Kesepakatan ini akan segera ditindaklanjuti oleh Menteri Kebudayaan, karena pembahasan pengembalian artefak sudah cukup lama berlangsung,” ungkap Teddy.
Diplomasi Ekonomi dan Budaya
Dengan hasil lawatan ini, Presiden Prabowo dinilai berhasil membawa pulang capaian penting yang memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Mulai dari investasi triliunan, pembukaan pasar baru, dukungan olahraga, hingga pemulihan warisan budaya bangsa.***
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, AHY: Kita Kawal
Hadiri Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Prabowo Dapat Kesempatan Beri Pidato Singkat
Setelah 10 Tahun Absen, Prabowo Siap Tambah Babak Baru Diplomasi RI di Sidang PBB
Larangan Impor Tapioka: Cerita Amran Dipanggil Mendadak Prabowo di Tengah Krisis Singkong