Pemerintah Bagi-Bagi Smart TV untuk 330 Ribu Sekolah, KSP Bicara Soal Pemerataan hingga Guru Berkualitas

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 22 September 2025 | 07:33 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan dengan membagikan smart TV ke sekolah. (fahum.umsu.ac.id)
Pemerintah tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan dengan membagikan smart TV ke sekolah. (fahum.umsu.ac.id)

Presiden Prabowo sebelumnya telah menyinggung program smart classroom dalam beberapa kesempatan. Dia menilai digitalisasi sekolah menjadi kunci pemerataan pendidikan.

Baca Juga: Peringati Hari Keselamatan Transportasi, IFG dorong disiplin berlalu lintas sejalan dengan kesadaran berasuransi.

“Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah, kita akan taruh layar-layar televisi di setiap sekolah kita,” kata Prabowo di SDN Cimahpar 5, Bogor Utara, Jawa Barat pada Jumat 2 Mei 2025 silam.

Menurut Prabowo, keberadaan smart TV bisa membuka akses bagi guru-guru terbaik nasional menyampaikan materi secara langsung di seluruh sekolah.

Sistem ini diharapkan dapat menutup kesenjangan akses pendidikan, terutama di sekolah-sekolah yang masih kesulitan tenaga pengajar dengan kompetensi tertentu.

“Smart TV ini interaktif, jadi saya dari pusat bisa lihat kelas yang tidak ada gurunya atau gurunya kewalahan,” ucap Ketum Partai Gerindra itu.

“Kita berusaha segala cara untuk anak-anak kita disiapkan, dididik yang baik. Kita tidak boleh kalah karena persaingan ketat di dunia,” lanjut Prabowo.

Tahap Implementasi dan Target ke Depan

Prabowo menargetkan penambahan jumlah unit secara bertahap, hingga setiap kelas memiliki perangkat pembelajaran digital tersebut.

“Tahun ini kita harapkan 330.000 sekolah akan dapat [smart TV]. 10 November, saya dapat laporan 100.000 sekolah akan dapat, sekarang baru 10.000, kemudian tahun depan kita tambah 1 sekolah 3 layar, idealnya nanti satu kelas 1 layar,” jelas Prabowo.

Dengan sistem ini, sekolah yang berada jauh dari pusat kota maupun di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) akan tetap bisa mendapatkan materi ajar dari guru-guru terbaik nasional.

“Di situ kita bisa memberi pelajaran-pelajaran yang terbaik, dan ini bisa bermanfaat di sekolah-sekolah apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, terluar,” pungkasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X