200 Pedagang di Denpasar Tekor Imbas Barang Jualannya Terseret Banjir, Gubernur Koster Janji Ganti Rugi Lewat APBD

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 11 September 2025 | 06:04 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait kerugian yang dialami para pedagang imbas bencana banjir di Kota Denpasar. (Dok. DPD PDIP Provinsi Bali)
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait kerugian yang dialami para pedagang imbas bencana banjir di Kota Denpasar. (Dok. DPD PDIP Provinsi Bali)

WartaPesona.com - Banjir besar yang melanda Kota Denpasar membuat sekitar 200 pedagang Pasar Badung mengalami kerugian, pada Rabu, 10 September 2025.

Barang dagangan mereka diketahui hanyut terbawa arus banjir, bahkan terdapat pula produk jualan yang rusak sehingga tak layak dijual kembali.

Perihal itu, kini Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara untuk segera mendata seluruh kerugian, baik pedagang pasar maupun bangunan yang rusak di sekitar Tukad Badung.

“Di sini pedagang pasar ada sekitar 200, jadi karena barangnya hanyut dan rusak maka akan diganti rugi," ungkap Koster kepada awak media di Denpasar, Bali, pada hari yang sama.

"Berapa besarnya, saya minta Pak Wali Kota menghitung semua. Kemudian ada bangunan yang roboh dan rusak, itu akan direhabilitasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Koster Sebut 2 Korban Tewas dan 4 Orang Dinyatakan Hilang Imbas Banjir Besar di Denpasar-Badung

Selain Pasar Badung, dua toko kain di pesisir Tukad Badung juga diketahui runtuh akibat terjangan banjir.

Terkait kerugian yang dialami para pedagang, Koster menjelaskan, biaya ganti rugi akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bali serta Kota Denpasar.

“Baik untuk ganti rugi material dagangan pedagang maupun bangunan yang rusak, semuanya akan didanai dari APBD. Jadi semuanya akan diganti rugi,” jelasnya.

Koster lalu menyebut, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi selama sehari penuh.

Selain itu, aliran Tukad Badung yang cukup panjang membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke kawasan pemukiman dan pasar.

Baca Juga: Menatap Bali 100 Tahun ke Depan: Kemenpar dan Pemprov Bali Satukan Langkah Hadapi Tantangan Pariwisata

“Ini kan hulunya jauh, panjang Tukad Badung. Lalu curah hujan memang sangat tinggi sejak kemarin. Tentu saja ini menimbulkan masalah banjir,” tutur Koster.

Pemprov Bali mencatat ada 43 titik banjir di Denpasar. Terdapat 2 lokasi terparah yang berada di kawasan Pasar Badung dan sepanjang aliran Tukad Badung hingga Jalan Pura Demak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X