Dengan konsistensi penyelenggaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, JFC bukan hanya sekadar festival, melainkan sebuah cultural movement yang menempatkan Jember di peta wisata dunia.
Jika tren ini berlanjut, JFC berpotensi menjadi salah satu cultural landmark yang setara dengan karnaval Rio de Janeiro di Brasil atau Mardi Gras di New Orleans, Amerika Serikat.***
Artikel Terkait
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO
Kemenpar Hadir di Osaka World Expo 2025: Strategi Diplomasi Pariwisata Menuju Peningkatan Kunjungan Wisman Asia Timur
Kemenpar Perkuat SDM Gizi Nasional Lewat Pelatihan Dapur SPPI untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Kemenpar Tegaskan Kewajiban SOP Wisata Ekstrem Usai Insiden Tragis di Rinjani
Jakarta dan Kemenpar Bersinergi Majukan Pariwisata Berkelanjutan Menuju Kota Global
Wonderful Indonesia Journey: Strategi Kemenpar Gaet Wisman Malaysia Eksplorasi Greater Jakarta
Jakarta Menuju Kota Global: Kemenpar dan Pemprov DKI Sepakat Bangun Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan
Menatap Bali 100 Tahun ke Depan: Kemenpar dan Pemprov Bali Satukan Langkah Hadapi Tantangan Pariwisata
Kemenpar Tingkatkan Kapasitas Pengelola Homestay di Kuantan Singingi Jelang Festival Pacu Jalur 2025