Dalam hal pendapatan daerah, Rano menyebutkan bahwa target telah disusun secara realistis dengan mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) yang belum tergarap maksimal.
Belanja daerah difokuskan pada pembangunan gedung sekolah, layanan kesehatan, pengelolaan sampah, penanganan stunting, pelestarian budaya Betawi, dan pendirian koperasi di tingkat kelurahan melalui program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Penyertaan Modal Daerah (PMD) juga akan kami kawal agar benar-benar memberi dampak ekonomi dan mendukung kinerja BUMD dalam menjalankan pelayanan publik dan mendorong pembangunan Jakarta yang berkelanjutan,” tegas Rano.
Dengan penyusunan APBD yang lebih adaptif dan terfokus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang lebih manusiawi, modern, dan inklusif — sebuah Jakarta yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memajukan manusianya.***
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Beberkan Fakta Terkait Kasus Ratusan Mahasiswa Bandung HIV, Usulan Wagub Poligami : Tidak Setuju
Pemprov Gorontalo dirikan dapur umum untuk korban banjir, Rumah Dinas Wagub dijadikan Posko Pusat Komando Bencana Banjir
Jakarta PROVOKE 2025: Wadah Kreatif Perupa Ibu Kota, Wagub Rano Dukung Ekspresi dan Eksperimentasi Seni
Menbangun Fondasi Awal: Wagub Rano Soroti Esensi Pengenalan Lingkungan dalam MPLS untuk Efektivitas Pembelajaran
Wagub Rano Karno Resmikan Festival Cilandak Berbudaya 2025: Menjaga Akar Budaya di Tengah Transformasi Jakarta Global
Wagub Rano Tinjau Lokasi Kebakaran Bukit Duri: Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Solusi Hunian Tersedia