Tragedi KMP Tunu: Pemilik Kapal Akhirnya Buka Suara, Minta Maaf dan Siap Evaluasi Keselamatan

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 6 Juli 2025 | 18:43 WIB
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang mengalami insiden tenggelam di Selat Bali. (Dok. Polda Jatim)
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang mengalami insiden tenggelam di Selat Bali. (Dok. Polda Jatim)



WartaPesona.com
— Setelah sempat bungkam, pihak pemilik KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya angkat bicara terkait tragedi tenggelamnya kapal di Selat Bali yang telah menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan puluhan lainnya belum ditemukan.

Melalui konferensi pers yang digelar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (5/7), PT Raputra Jaya — yang sebelumnya dikenal sebagai PT Pasca Dana Sundari — menyampaikan permintaan maaf dan janji perbaikan menyeluruh atas musibah ini.

“Kami sangat berduka dan menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab utama kami,” ujar Ulumudin, perwakilan perusahaan, dengan nada penuh keprihatinan.

Baca Juga: Nurmala Kartini Sjahrir, Sosok Perempuan Cendekia dan Diplomat Senior yang Kini Dicalonkan Jadi Dubes Jepang

Namun, di tengah tekanan publik untuk transparansi, Ulumudin belum dapat memberikan kejelasan tentang penyebab pasti tenggelamnya kapal maupun selisih antara jumlah penumpang dalam manifes dan data korban aktual.

“Kami menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang. Evaluasi menyeluruh akan kami lakukan,” katanya singkat, tanpa merinci lebih lanjut.

Tragedi ini memicu sorotan tajam terhadap pengawasan transportasi laut, khususnya di jalur padat Selat Bali.

Banyak pihak menuntut agar pengelola pelayaran dan otoritas pelabuhan memperketat standar operasional serta memastikan akurasi data manifes.

Baca Juga: Solidaritas Teruji di Tengah Longsor Puncak Bogor, Proses Evakuasi Terus Berlanjut

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Kamis dini hari (4/7) saat berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Dugaan awal menyebutkan adanya kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal terbalik.

Tim SAR gabungan mencatat total 65 orang berada di kapal, termasuk 12 awak. Enam korban ditemukan meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam pencarian intensif.

Baca Juga: Pelukan Hangat Diaspora di Brasil untuk Prabowo: Momen Penuh Haru Sambut Pemimpin Negeri di Tanah Seberang

Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan transportasi laut di Indonesia, yang masih kerap terabaikan hingga menelan korban jiwa.

Tragedi KMP Tunu menambah daftar panjang kecelakaan laut di Tanah Air yang belum mendapat penanganan sistemik secara menyeluruh. ***(SA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X