Nurmala Kartini Sjahrir, Sosok Perempuan Cendekia dan Diplomat Senior yang Kini Dicalonkan Jadi Dubes Jepang

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 6 Juli 2025 | 18:37 WIB
Calon Dubes Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. (Instagram.com@nurmala_kartini)
Calon Dubes Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. (Instagram.com@nurmala_kartini)

 

WartaPesona.com — Di balik nama besar sebagai akademisi dan antropolog senior, Nurmala Kartini Sjahrir menorehkan kiprah panjang yang menembus batas dunia pendidikan, sosial, politik, hingga diplomasi.

Kini, perempuan tangguh berusia 75 tahun itu kembali dipercaya untuk mengemban amanah besar: dicalonkan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Kartini menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Ia membawa perspektif tajam terkait hubungan Indonesia-Jepang yang strategis, tak hanya dari sisi ekonomi dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia.

Baca Juga: Pelukan Hangat Diaspora di Brasil untuk Prabowo: Momen Penuh Haru Sambut Pemimpin Negeri di Tanah Seberang

“Jepang negara maju dengan teknologi, sementara Indonesia kaya sumber daya alam dan manusia. Kombinasi itu bisa dikuatkan untuk masa depan,” ujarnya seusai sesi fit and proper test.

Kartini menyoroti hubungan bilateral yang telah berlangsung sejak 1958 dan menganggap penting memperkuatnya dalam kerangka Indonesia Emas 2045.

Sebagai adik dari Mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Kartini bukan hanya hidup dalam lingkaran pengambil kebijakan, tapi juga telah teruji dalam banyak medan.

Ia menyelesaikan pendidikan doktoral bidang antropologi di Boston University dan sempat menjadi dosen di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Diplomasi Indonesia Naik Kelas: Calon Dubes Dipenuhi Figur Strategis dan Berpengalaman

Di dunia profesional, Kartini juga dikenal sebagai Komisaris Independen Siloam Hospitals serta menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (2020–2025).

Ia tak asing dalam dunia sosial, pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) dan editor di Yayasan Obor Indonesia.

Namun, yang jarang disorot adalah rekam jejak diplomatiknya yang kuat. Ia pernah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010 menjadi Duta Besar RI untuk Argentina, sekaligus merangkap Paraguay dan Uruguay.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X