Gerakan Wisata Bersih di Lovina: Strategi Pemerataan Pariwisata Bali Melalui Inisiatif Kebersihan Berkelanjutan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Senin, 23 Juni 2025 | 09:32 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Pantai Lovina, Buleleng, Bali,Minggu, (22/06/2025). (Foto: kemenpar.go.id)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Pantai Lovina, Buleleng, Bali,Minggu, (22/06/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

Mendorong Pariwisata Berbasis Paket Terintegrasi
Wamenpar juga menyampaikan bahwa program ini berjalan seiring dengan strategi Paket Wisata 3B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara).

Paket ini menargetkan 10% wisatawan dari total kunjungan ke Bali untuk mengakses kawasan utara melalui jalur Banyuwangi.

Dengan menjadikan Lovina sebagai simpul utama Bali Utara, pemerintah ingin memperkuat segmentasi destinasi alternatif di luar kawasan mainstream.

“Lovina adalah jantung Bali Utara. Kita ingin menegaskan posisinya sebagai center baru pariwisata berbasis keberlanjutan dan budaya,” tegasnya.

Dukungan Lintas Pihak: Dari Pemerintah Daerah hingga Swasta
Kegiatan GWB di Lovina mendapat dukungan luas dari pemangku kepentingan. Hadir dalam acara tersebut pejabat Pemprov Bali, DPRD Buleleng, akademisi, pengelola platform digital wisata seperti Booking.com, aktivis lingkungan Sungai Watch, hingga CEO startup pariwisata lokal Atourin. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa keberhasilan destinasi bersih membutuhkan kolaborasi multisektor.

Mimpi Kolektif untuk Gerakan Nasional
Di akhir sambutannya, Wamenpar menyampaikan harapannya agar GWB tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan.

Ia bahkan membayangkan setiap destinasi yang pernah disentuh oleh GWB mengadakan kegiatan bersih-bersih bulanan, melibatkan masyarakat, pelaku industri, hingga wisatawan yang berkunjung.

“Gerakan Wisata Bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini harus menjadi kesadaran bersama. Kalau setiap orang merasa memiliki destinasi, maka menjaga kebersihan akan jadi kebiasaan, bukan beban,” tutup Ni Luh Puspa.

Dengan semangat kolektif, edukasi berkelanjutan, dan dukungan kebijakan yang terintegrasi, GWB menjadi wujud nyata dari transformasi pariwisata Bali menuju arah yang lebih adil, sehat, dan berdaya saing.

Pantai Lovina kini tidak hanya menjadi tempat indah untuk dikunjungi, tetapi juga contoh nyata bagaimana destinasi dibangun bersama oleh masyarakatnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X