Tak hanya soal ekonomi, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap perlindungan pekerja migran ASEAN yang bekerja di negara-negara Teluk. Ia menekankan perlunya kerja sama regional untuk memastikan hak-hak dasar pekerja dipenuhi.
“Kita harus menjamin upah yang adil, kondisi kerja yang aman dan sehat, serta meningkatkan jumlah pekerja terampil. Ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga fondasi kemajuan bersama,” tuturnya.
Dengan komitmen ini, Presiden Prabowo menutup sambutannya dengan ajakan kolaboratif agar ASEAN dan GCC dapat menjadi kekuatan kolektif yang mendorong kemakmuran, stabilitas, dan keadilan sosial di kawasan.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Nyatakan Babak Baru Energi Nasional di IPA Convex 2025: Kolaborasi Menuju Masa Depan Rendah Karbon
Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi Regulasi Demi Kedaulatan Energi Nasional
Presiden Prabowo dan Premier Li Qiang Hadiri Indonesia-China Business Reception 2025
Presiden Prabowo Sambut Premier Li Qiang dalam Upacara Resmi Penuh Kehormatan di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Tiba di Malaysia, Siap Perkuat Peran Sentral Indonesia dalam KTT ASEAN ke-46 Bertema Inklusivitas dan Keberlanjutan
Presiden Prabowo Dorong Visi ASEAN 2045 dalam KTT ke-46: Menuju Kawasan yang Maju, Damai, dan Berkelanjutan
KTT ke-46 ASEAN Resmi Dibuka: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Memperkuat Sentralitas Kawasan
Presiden Prabowo Dorong Keanggotaan Papua Nugini di ASEAN: Strategi Perkuat Ketahanan dan Pengaruh Kawasan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen ASEAN pada Perdamaian Myanmar dan Stabilitas Kawasan di Sesi Retreat KTT ke-46
Memperkuat Kemitraan ASEAN: Presiden Prabowo dan PM Siphandone Bahas Perluasan Perdagangan dan Kerja Sama Strategis