Transformasi Digital dan Makan Bergizi Gratis: Strategi Presiden Prabowo Tekan Kemiskinan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 20 Maret 2025 | 13:12 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: setneg.go.id)
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: setneg.go.id)

WartaPesona.com- Presiden Prabowo Subianto terus mendorong percepatan transformasi digital dan penguatan program sosial untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Dalam rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka pada Rabu (19/03/2025), Presiden menegaskan komitmennya terhadap integrasi Government Technology (GovTech) serta optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

GovTech: Digitalisasi untuk Efisiensi dan Transparansi
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa Presiden menargetkan peluncuran GovTech pada 17 Agustus 2025.

Baca Juga: KA Mutiara Timur Panoramic: Sensasi Mudik Lebaran dengan Pemandangan Indah

Program ini akan mengintegrasikan seluruh aplikasi kementerian dan lembaga guna meningkatkan efisiensi serta menekan potensi korupsi.

“Dengan adanya GovTech, kita akan menyatukan semua aplikasi kementerian/lembaga agar pelayanan lebih efisien dan transparan. Ini juga bisa menghemat hingga Rp100 triliun dalam beberapa tahun mendatang,” jelas Luhut.

Salah satu kebijakan inovatif dalam GovTech adalah kewajiban memiliki rekening bank bagi setiap keluarga.

Baca Juga: Percepat Koperasi Desa Merah Putih, Menkop Budi Arie Terbitkan SE Panduan Pembentukan

Hal ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran dan menghindari kebocoran anggaran.

Program MBG: Kurangi Kemiskinan dan Buka Lapangan Kerja
Selain digitalisasi pemerintahan, Presiden juga menaruh perhatian besar pada efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota DEN sekaligus ahli kemiskinan, Arief Anshory Yusuf, mengungkapkan bahwa program MBG berpotensi mengurangi angka kemiskinan hingga 5,8 persen serta menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru.

“Program ini tidak hanya memberikan akses makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian. MBG mendukung sektor pertanian, peternakan, dan industri makanan lokal, sehingga menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Arief.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, DEN merekomendasikan beberapa langkah penguatan, seperti audit rutin oleh BPKP, evaluasi proses bisnis, dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan distribusi.

Sinergi GovTech dan MBG: Solusi Holistik untuk Kesejahteraan
Dengan kombinasi antara transformasi digital melalui GovTech dan optimalisasi program MBG, Presiden Prabowo berharap dapat mempercepat penurunan kemiskinan dan menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih transparan dan efisien.

“Inilah flagship kita, kebijakan unggulan bangsa ini. Mari kita kawal bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tutup Arief.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X