Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari: Presiden Prabowo dan Menkes Pastikan Akses Luas untuk Semua

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 5 Februari 2025 | 23:35 WIB
 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025. (Foto: setneg.go.id)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025. (Foto: setneg.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kesiapan pemerintah dalam menjalankan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Program ini akan mulai berjalan pada 10 Februari 2025 di berbagai puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia,” ujar Menkes Budi dalam keterangannya usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Rabu (5/2).

Baca Juga: Melihat Sejarah dan Fakta Tentang Pesona Bulu Halus dan Sifat Manja Kucing Anggora

Cek kesehatan gratis ini akan dilakukan bertahap sesuai kelompok usia. Anak-anak di bawah enam tahun dan yang sudah di luar usia sekolah akan menjalani pemeriksaan saat berulang tahun, sementara anak usia sekolah akan diperiksa saat masuk sekolah. Program ini akan diterapkan di lebih dari 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik.

Jenis Pemeriksaan Beragam, Termasuk Skrining Jiwa dan Kanker

Menkes Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan mencakup berbagai aspek, mulai dari skrining awal untuk bayi hingga deteksi dini penyakit kronis pada orang dewasa.

Baca Juga: Cara Laki-laki Mengeskpresikan Cinta ke Pasangannya Lebih dari Sekadar Kata-Kata dan Perasaan yang Tulus

Bayi baru lahir mendapatkan enam jenis pemeriksaan.
Balita hingga anak usia SMA menjalani 8 hingga 13 jenis pemeriksaan.
Orang dewasa dan lansia akan menjalani 19 jenis pemeriksaan, termasuk skrining kesehatan mental dan penyakit kronis.
Salah satu inovasi penting dalam program ini adalah skrining jiwa, yang akan diterapkan mulai tingkat SD.

“Hasil survei kesehatan menunjukkan bahwa 1 dari 10 orang mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Ini yang kini menjadi fokus skrining sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, deteksi dini kanker bagi masyarakat usia di atas 40 tahun juga menjadi bagian dari program ini.

Baca Juga: Panduan Lengkap Menanam Jagung dari Persiapan hingga Panen Secara Benar

Skrining kanker payudara dan serviks ditargetkan untuk perempuan, sementara laki-laki akan menjalani pemeriksaan kanker paru dan kolorektal.

Anggaran dan Komitmen Pemerintah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X