World Muslim Scout Jamboree 2025: Momen Persatuan Pramuka Muslim Dunia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Jumat, 6 Desember 2024 | 09:54 WIB
Menpora Dito Ariotedjo menerima panitia WMSJ 2025, berdiskusi tentang rencana besar menyambut 15.000 pramuka Muslim dunia di Indonesia. (Kemenpora (Foto: Herry))
Menpora Dito Ariotedjo menerima panitia WMSJ 2025, berdiskusi tentang rencana besar menyambut 15.000 pramuka Muslim dunia di Indonesia. (Kemenpora (Foto: Herry))

WartaPesona.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menerima audiensi dari panitia pelaksana World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Kantor Kemenpora, Kamis (5/12).

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0: Membawa Indonesia Menuju Era Smart Manufacturing

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia 100 Tahun Pondok Modern Gontor, Husnan Bey Fananie, memaparkan rencana besar kegiatan yang akan berlangsung pada 9-14 September 2025 di Perkemahan Pramuka Nasional, Cibubur, Jakarta.

Kegiatan yang diperkirakan akan diikuti oleh 15.000 peserta dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini menjadi bagian dari perayaan menuju 100 tahun Pondok Modern Gontor pada 2026.

Baca Juga: IKM Aceh Besar Melaju: Inovasi dan Kolaborasi untuk Pasar Global

Menpora Dito menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan dukungan pemerintah. “WMSJ 2025 bukan hanya menjadi ajang untuk berbagi ilmu dan pengalaman antarscout Muslim dunia, tetapi juga momen memperkenalkan Indonesia sebagai tuan rumah yang ramah dan inspiratif,” ungkapnya.

Dito menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menunjukkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas yang relevan dengan semangat kepramukaan dan keislaman.

Baca Juga: Epicentrum Baru Ekonomi: Kawasan Industri Hijau Menuju Indonesia Tangguh

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh, menekankan pentingnya WMSJ 2025 sebagai sarana memperkuat karakter kepemimpinan generasi muda Muslim sekaligus alat diplomasi.

“Acara ini akan mempersatukan pramuka Muslim dunia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak diplomasi di kalangan negara-negara Muslim,” ujarnya.

Baca Juga: Industri Hijau Maluku: Pilar Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan

Ketua Panitia Husnan Bey Fananie juga menyoroti kepramukaan sebagai wadah pendidikan karakter yang memiliki nilai-nilai keislaman.

“Melalui kepramukaan, kita membentuk akhlak mulia, tata krama, dan wawasan global generasi muda Muslim,” jelasnya.

Baca Juga: Indonesia di Halal Expo Turki 2024: Gebrakan Industri Halal Menuju Pasar Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X