Revolusi Industri 4.0: Membawa Indonesia Menuju Era Smart Manufacturing

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 5 Desember 2024 | 17:43 WIB
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza. (kemenperin.go.id)
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza. (kemenperin.go.id)

WartaPesona.com - Sejak peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 2018, Indonesia memacu transformasi digital di sektor manufaktur untuk bersaing di kancah global.

Baca Juga: Sinergi Multisektor: Menyongsong Pariwisata Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Peta jalan ini bertujuan menjadikan Indonesia salah satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2030.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan bahwa penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data dapat mengubah rantai pasok menjadi lebih efisien, fleksibel, dan produktif.

Baca Juga: Wapres Gibran: Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Butuh Komitmen Pusat, Daerah, dan Swasta untuk Prestasi Olahraga

“AI menjadi otak ekosistem industri 4.0, menciptakan proses produksi cerdas dan adaptif,” ungkap Faisol dalam acara AI for Indonesia di Jakarta, Rabu (4/12).

Tujuh sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0 meliputi makanan dan minuman, tekstil, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, dan alat kesehatan.

Lima sektor di antaranya diproyeksikan menyumbang 70% dari PDB manufaktur nasional.

Baca Juga: Pencak Silat Menuju Olimpiade: Langkah Besar Desain Besar Olahraga Nasional untuk 2028

Teknologi AI kini diadopsi dalam berbagai industri, termasuk:

  • Manajemen Energi: Perusahaan semen menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan listrik.
  • R&D di Farmasi: Teknologi digital twin mempercepat pengembangan produk.
  • Ergonomi Berbasis AI: Mengurangi gerakan kerja tidak ergonomis, meningkatkan kenyamanan pekerja.

Baca Juga: Menpora Dito: Optimalkan Desain Besar Olahraga Nasional untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo
Namun, tantangan seperti infrastruktur terbatas, kekurangan talenta digital, dan biaya implementasi tinggi masih menjadi kendala, khususnya bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

Menurut Faisol, pemanfaatan AI akan mempercepat inovasi produk, meningkatkan jaringan rantai pasok, dan memperkuat daya saing global.

Pemerintah mendukung transformasi ini melalui insentif fiskal, pendidikan berbasis teknologi, dan pengembangan infrastruktur keamanan data.

Baca Juga: Wapres Gibran: Gaungkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Konsolidasi Talenta Olahraga Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X