WartaPesona.com - Menuju 75 tahun hubungan bilateral pada 2025, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus memperdalam kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur.
Baca Juga: Panjat Tebing Indonesia Melangkah ke Puncak Dunia: Rakernas FPTI 2024 Dimulai dengan Optimisme
Hubungan ini terbukti menghasilkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD96,39 miliar pada kuartal III 2024, meningkat 32,23% sejak 2019.
Salah satu kolaborasi utama adalah di sektor otomotif, khususnya pengembangan kendaraan listrik (EV). Wuling Motors, bagian dari SAIC-GM-Wuling Automobile Co., Ltd asal Guangxi, telah berinvestasi sebesar USD1 miliar di Indonesia, membangun pabrik di Jawa Barat.
Baca Juga: Diplomasi Pencak Silat: Menpora Gandeng BUMN Sukseskan Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi
Delegasi Guangxi yang dipimpin Gubernur Lan Tianli menegaskan komitmen mendukung rantai pasok EV, termasuk rencana pembangunan kawasan industri khusus otomotif dan infrastruktur logistik yang memperkuat posisi Indonesia sebagai hub manufaktur.
“Guangxi siap mendukung pembangunan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk insentif untuk kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan percepatan pengembangan charging station,” ujar Gubernur Lan Tianli.Baca Juga: Seminar Inklusif: Menghadirkan Pelayanan Publik Ramah bagi Kelompok Rentan
Selain otomotif, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka peluang kerja sama di sektor semikonduktor.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan kesiapan Indonesia menjembatani kemitraan antara perusahaan semikonduktor Tiongkok dan Indonesia, mendukung upaya pemerintah meningkatkan kandungan lokal dalam produk-produk teknologi.
Baca Juga: Menpora Dito Optimis Timnas Indonesia Juara di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
“Kami juga terbuka untuk pendalaman kerja sama di industri tekstil, elektronik, kayu, besi, dan kertas, yang semuanya memiliki potensi besar di Indonesia,” tambah Faisol.
Usulan lainnya dari Guangxi meliputi pembangunan kawasan industri terpadu Indonesia-Tiongkok dengan fokus pada infrastruktur dan promosi investasi bersama.
Baca Juga: Kabinet Merah Putih Kompak : Menpora dan Wamenpora Hadiri Sidang Paripurna
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri strategis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.
Artikel Terkait
IKM Menuju Era Industri 4.0: Transformasi Digital untuk Daya Saing Global
Industri Hijau: Masa Depan Berkelanjutan Indonesia di Tengah Era Dekarbonisasi
Meningkatkan Daya Saing Global Lewat Standardisasi: Langkah Strategis Industri Nasional
Mewujudkan Industri Hijau: Langkah Kemenperin Menuju Ekonomi Berkelanjutan
Indonesia Perkuat Posisi Di Industri Halal Global 2024