Korea Selatan, misalnya, kini menjadi tujuan ekspor utama bagi produk TPT Indonesia. Pada 2023, ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD 492,77 juta, menjadikannya sebagai pasar ketiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Jepang.
Namun, tantangan yang dihadapi industri TPT nasional adalah gap dalam teknologi tekstil dan riset produk, serta kurangnya lembaga pengujian domestik yang memenuhi standar internasional.
BBSPJI Tekstil Bandung diharapkan dapat menjadi solusi, dengan memperluas layanan pengujian dan sertifikasi produk yang memenuhi kebutuhan global.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif: Mesin Baru Menuju Indonesia Emas 2045
Cahyadi, Kepala BBSPJI Tekstil Bandung, menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang kerjasama internasional untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan daya saing industri TPT Indonesia.
"Kami berupaya melengkapi infrastruktur mutu di dalam negeri, agar industri TPT lebih mudah melakukan uji mutu tanpa bergantung pada lembaga luar negeri," jelasnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik dan kolaborasi internasional, diharapkan industri TPT Indonesia dapat berkembang lebih cepat, meningkatkan kinerja ekspor, dan menjadi lebih berdaya saing di pasar global. ***(HA)
Artikel Terkait
Program Pelatihan dan Sertifikasi SDM Parekraf 2024: Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing Industri Kreatif
FurneCraft Expo 2024: Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Furnitur Indonesia
Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian
Anggaran Kemenperin 2025 Dipangkas 34%, Menperin: Butuh Dukungan DPR Untuk Lahirkan Kebijakan Pro Industri
Mengasah Kreativitas Muda: CBI Dorong Pelaku Industri Kreatif Naik Kelas