WartaPesona.com - Indonesia kembali disoroti dunia terkait isu lingkungan dan hak adat. Kali ini, muncul gerakan "All Eyes on Papua" yang ramai di media sosial. Gerakan ini menyerukan perlindungan hutan Papua yang terancam oleh rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit.
1. Menyuarakan Masyarakat Adat Awyu dan Moi
Gerakan "All Eyes on Papua" mengemuka sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat adat Awyu dan Moi. Mereka menolak rencana alih fungsi hutan adat menjadi lahan perkebunan sawit. Hutan adat tersebut merupakan tempat tinggal dan sumber kehidupan bagi masyarakat adat.
Konversi hutan adat menjadi perkebunan sawit bukanlah hal baru di Papua. Hutan masyarakat Awyu, misalnya, telah menjadi proyek perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia yang melibatkan tujuh perusahaan.
Baca Juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024, SDM Unggul Jadi Tema Besar Songsong Indonesia Emas 2045
2. Gaung di Media Sosial
Tagar #AllEyesOnPapua menjadi trending di berbagai platform media sosial. Poster bertuliskan "All Eyes on Papua" pun viral. Gerakan ini berhasil menarik perhatian jutaan pengguna media sosial. Diperkirakan, lebih dari 1,5 juta pengguna Instagram telah ikut membagikan cerita terkait gerakan ini.
Gerakan "All Eyes on Papua" diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat adat Papua. Selain itu, gerakan ini juga mendesak adanya tindakan nyata untuk melindungi kelestarian hutan Papua dan hak-hak masyarakat adat.
3. Similitas dengan Gerakan "All Eyes on Rafah"
Munculnya gerakan "All Eyes on Papua" mengingatkan pada gerakan "All Eyes on Rafah" yang sebelumnya ramai di media sosial. Gerakan tersebut menyerukan perhatian internasional terhadap konflik Israel-Palestina di Rafah.
Kedua gerakan ini sama-sama memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan ketidakadilan dan mendapatkan dukungan dari dunia Internasional.***(ZAF)/ZAF
Artikel Terkait
Jadwal Laga Timnas Indonesia vs Tanzania di Stadion Madya Jakarta
'Wonderspace by Wonderful Indonesia', Upaya Kemenparekraf Kenalkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono Mengundurkan Diri
Kontroversi Elkan Baggot Mangkir, Erick Thohir Buka Suara