WartaPesona.com - Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud telah menuntut hasil Pemilihan Presiden 2024 diadili oleh Mahkamah Konstitusi karena tidak setuju dengan keputusan KPU yang menyatakan Prabowo-Gibran sebagai pemenang. Proses persidangan sengketa pemilihan presiden ini masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi.
Hari Selasa 2 April 2024, Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) berlangsung. Kejadian menarik terjadi ketika Suhartoyo Ketua MK menegur Ketua KPU Hasyim Asyari diduga kedapatan sedang tertidur.
"Dari termohon ada pertanyaan? Pak Hasyim tidur ya?" tanya Suhartoyo. Ini terjadi saat Ketua MK akan mempersilakan pihak termohon untuk bertanya kepada ahli dari pihak pemohon. Mendengar itu, spontan Hasyim melihat ke arah Suhartoyo.
Baca Juga: Tanggapan M.Tahir Soal Semakin Banyaknya Pemain Naturalisasi, M.Tahir: Kualitas Pemain Lokal 11-12 Dengan Naturalisasi
Diketahui, Suhartoyo pun menambahkan untuk Hasyim yang berbicara sedikit lambat untuk bersemangat.
Pada awalnya, Hasyim menanggapi pendapat ahli dari Tim Hukum Ganjar-Mahfud yang dinamai I Gusti Putu Artha yang mengkritik KPU karena dianggap melakukan kesalahan prosedur dengan menerima pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Sebagai pihak yang diajukan gugatan, hakim Suhartoyo juga memberikan kesempatan kepada KPU untuk mengajukan pertanyaan.
"Dari termohon ada pertanyaan?" ucap Suhartoyo.
Hasyim memberikan tanggapannya dengan meminta dibacakan Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. "Terimakasih majelis, saudara ahli, sekiranya saudara membaca amar putusan MK nomor 90. Sekiranya saudara ada mungkin bisa dibaca," jawab Hasyim.
"Semangat sedikit pak," Suhartoyo menanggapi cara berbicara Hasyim yang lambat.
Baca Juga: Akhir Pihak Erspo Mendengar Keluhan Netizen, 4 Point Ini yang Akan Dilakukan Erspo
"Saya pelan-pelan menghormati ahli, nanti kalau terlalu ini," Hasyim mengklarifikasi.
"Jangan terlalu santai. Waktu," jawab Suhartoyo, mengingat waktu terbatas.
***(TWP01)/SR
Artikel Terkait
Pengumuman KPU: Prabowo Subianto Mendapatkan Ucapan Selamat dari Presiden China Xi Jinping.
DKI Jakarta Resmi Tidak Menjadi Ibukota Lagi. Jabodetabekpunjur Alternative Kota Metropolitan yang Akan Dibuat oleh Negara!
Prabowo Tak Ingin Bubarkan TKN, Bentuk Gerakan Solidaritas Nasional
SBY Berikan Lukisan Tangan Untuk Prabowo Subianto saat Hadir Silahturahmi dan Buka Bersama Partai Demokrat
Turun Gunung Saat Kampanye, SBY: In You, Bapak Prabowo, We Trust!