Baca Juga: Menghadapi Tantangan Mental dalam Dunia Kerja
Sumatera Barat, NTT, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, sebagian Maluku, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Bengkulu,
sebagian Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan,
sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Kalimantan Utara, bagian selatan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dan bagian utara Gorontalo.
Prediksi BMKG juga menunjukkan bahwa puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2024.
Meskipun demikian, beberapa wilayah juga diprediksi akan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli 2024 dan September 2024.
Baca Juga: Peran Teknologi dalam Mengubah Dunia Pekerjaan
Dwikorita menyatakan bahwa sampai awal Maret 2024 kemungkinan El Nino masih terus berlangsung, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa El Nino moderat masih berlangsung dengan nilai indeks 1,59.
Kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra hindia kemungkinan akan tetap netral prakiraan hingga September 2024.
Meskipun demikian, suhu muka laut di Indonesia diprediksi akan cenderung lebih hangat dari biasanya.
Info ini ditujukan untuk pemerintah dan masyarakat dari BMKG menghadapi musim kemarau 2024.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat untuk bersiap dan mengantisipasi kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau di bawah normal.
Baca Juga: Kiat Sukses Merintis Bisnis Sendiri
Di samping itu, tindakan antisipasi juga perlu diambil di wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau di atas normal, terutama untuk tanaman yang sensitif terhadap curah hujan tinggi. ***(LF)/P
Artikel Terkait
Kesalahan Tata Ruang dan Bencana Alam: Sebuah Refleksi
Dampak Bencana Alam pada Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat
Ancaman Bencana Alam terhadap Ketahanan Pangan dan Kesehatan