Prabowo Subianto: Komitmen Terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 4 Januari 2024 | 18:25 WIB
Prabowo Subianto Hadir di Kantor PWI Pusat bicara tentang Kebebasan Pers (Tangkapan Layar IG Prabowo)
Prabowo Subianto Hadir di Kantor PWI Pusat bicara tentang Kebebasan Pers (Tangkapan Layar IG Prabowo)

WartaPesona.com - Calon Presiden nomor urut 2 untuk Pilpres 2024, Prabowo Subianto, menyampaikan komitmen terhadap kebebasan pers di Indonesia dalam sebuah diskusi di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis (4/1).

Prabowo, yang menyatakan keyakinannya pada demokrasi, mengungkapkan pandangannya terkait peran penting kebebasan pers dalam mengontrol penguasa.

Dalam acara tersebut, Prabowo menekankan bahwa meskipun pernah dituduh akan melakukan kudeta pada 1998, ia tetap meyakini dan mendukung prinsip demokrasi.

Baca Juga: Kukrit SW Memimpin Gerbong Tokoh Dukung Prabowo-Gibran di Jawa Tengah

Dengan penuh humor, Prabowo menyatakan, "Begini, Saudara-saudara, saya orang yang percaya dengan demokrasi. Saya rasa saya sudah buktikan komitmen saya dengan demokrasi. Saya bekas tentara, dulu banyak menuduh saya ini itu, mau kudeta, ya, kan. Tapi saya tidak kudeta. Berulang kali (orang menuduh), nggak tahu mungkin muka saya muka kudeta kali," sambil disambut tawa hadirin.

Selain itu, Prabowo berbagi pengalamannya dalam proses demokrasi, termasuk kekalahan dalam beberapa pemilihan umum.

Ia menjelaskan bahwa sebagai pemimpin Gerindra, ia telah berpartisipasi dalam beberapa pemilu dan mengikuti aturan demokrasi dengan menghormati hasil pemilihan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo: Menjanjikan Pemutihan Utang Petani untuk Kesejahteraan Agrikultur

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya kebebasan pers sebagai alat untuk mengendalikan penguasa.

Menurutnya, pers harus dapat mengkritik dengan keras sebagai bentuk "check and balances" untuk menjaga keseimbangan kekuasaan.

"Yang kedua adalah kebebasan pers. Kebebasan untuk pers itu adalah check and balances, untuk mengendalikan si penguasa. Dan dengan kebebasan pers yang dengan dinamis, dan pers kalau perlu keras, kadang sakit hati kita baca. Namun hal itu juga mengendalikan kita, itu memberi tahu kita something wrong," ucapnya.

Prabowo juga menyoroti hubungan antara kekuatan pers dan kondisi sosial di negara.

Baca Juga: Debat Capres-Cawapres 2024: Jadwal, Tema, dan Format Tahap Ketiga Menuju Pilpres

Ia menyatakan bahwa negara dengan pers yang kuat cenderung memiliki kesadaran publik yang lebih tinggi terhadap masalah-masalah sosial, seperti kelaparan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X