WartaPesona.com- Seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Galih Sulistyaningra membawa pendidikan Indonesia ke level internasional melalui langkah luar biasanya.
Dalam perjalanannya, Galih merasa bahwa ilmu dari pendidikan Sarjana Pendidikan Guru SD tidak cukup untuk memberikan kontribusi maksimal sebagai seorang pengajar.
Pada tahun 2018, Galih memutuskan untuk mengambil langkah ekstra dengan terbang ke University College London (UCL) di Inggris melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca Juga: Duel Sengit Girona vs Athletic Bilbao: Skor Imbang 1-1 Gironistes Gagal Geser Real Madrid di Puncak Klasemen Liga Spanyol 2023-2024
Ia menempuh studi Magister Education Planning, Economics, and International Development, menjadi perempuan Indonesia pertama di program tersebut.
UCL, sebagai salah satu kampus terbaik dunia, memberikan Galih pengalaman belajar yang sangat berharga.
Mengenali ketimpangan kualitas pendidikan antara Indonesia dan Inggris, Galih merasa terdorong untuk memperdalam pemahamannya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tolak Penalti, Pertandingan Sengit Antara Al Nassr dan Persepolis Berakhir Imbang 0-0 dalam Liga Champions Asia 2023-2024
Setelah setahun menyelesaikan studi di UCL, Galih kembali ke Indonesia dan menerapkan ilmu yang dimilikinya di SD Petojo Utara, Jakarta Pusat.
Dalam perjalanan karirnya, Galih terlahir dan dibesarkan dalam keluarga pendidik yang sangat mendukung keputusannya.
Awalnya enggan menjadi guru, Galih kemudian menerima panggilan ke dunia pendidikan.
Baca Juga: Zodiak Cancer hari Selasa 28 November 2023, kebimbangan memberikan berkah
Debutnya sebagai pendidik dimulai saat bergabung di lembaga pendidikan yang fokus pada Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
Pengalaman mengajar di sekolah-sekolah elit dan kekhawatiran akan ketimpangan kualitas pendidikan mendorong Galih untuk mendalami perencanaan dan kebijakan pendidikan. Pilihan ini menjadi landasan bagi Galih untuk melanjutkan studi S2 ke Inggris.
Di Inggris, Galih tidak hanya mempelajari pendidikan, tetapi juga memahami bahwa setiap negara memiliki tantangan dan formulasi penanganan yang berbeda.
Selama studi, ia menggali berbagai aspek, mulai dari literasi, manajemen emosi, hingga mitigasi kekerasan.
Kisah inspiratif Galih Sulistyaningra menjadi teladan bagi banyak orang,
membuktikan bahwa dedikasi dan semangat belajar dapat membawa seseorang melewati batasan dan memberikan dampak positif pada dunia pendidikan.***
Artikel Terkait
Penutup Rangkaian Inisiatif Asah Digital: Transformasi Pemuda Aceh Menuju Masa Depan Cerah
Zodiak Taurus hari Rabu 22 November 2023, tak perlu ada lagi keraguan, maafkanlah dia
Silaturahmi Penuh Inspirasi: Yenny Wahid Cerita Keberanian Ganjar-Mahfud dan Kedekatan dengan Rakyat di Malaysia
UMP 2024 DKI Jakarta naik jadi Rp5 juta, pertimbangannya ini
Menurut Pakar Parenting Harvard, Sekolah Bagus Tidak Menjadi Jaminan Bagi Masa Depan Anak
Minat untuk Sekolah Gratis di SMA Pilihan, Segera Mendaftar di Beasiswa Ini
Sampo Kucing Terbuat dari Asam Jawa, Hasil Karya Mahasiswa Banda Aceh
Mau liburan akhir tahun? Yuk datangi pameran #DiIndonesiaAja Travel Fair 2023, ada paket wisata menarik, lho
Yenny Wahid Ungkap Kriteria Pemimpin yang Dekat dengan Gus Dur di Pondok Pesantren Fatihul Ulum Jember
Kolaborasi Ikonik Rahasia Beauty dengan Naura Ayu Hadirkan Lip Oil Tint dan Liquid Blush Sebagai Bentuk Ekspresi Diri