Sejak Kapan Manusia Berpikir Tentang Alien, Dan Bukti Manusia Tidak Hidup Sendirian

photo author
Feri Candra, Warta Pesona
- Selasa, 14 November 2023 | 23:35 WIB
Kapan manusia pertama kali berpikir tentang alien?  ( Foto:  Freepik.com)
Kapan manusia pertama kali berpikir tentang alien? ( Foto: Freepik.com)



WartaPesona.com
- Terlepas dari ada dan tidaknya kehidupan lain di luasnya alam semesta ini, seolah menjadi perdebatan kusir hingga kini.

Salah satu hal diantaranya yaitu, sering terdapat adanya penampakan benda tak di kenal terbang menampakan wujudnya, atau orang biasa menyebutnya dengan nama UFO.

Adanya penampakan benda terbang tersebut, sering dianggap menjadi bukti, bahwa bukan hanya manusia, namun ada juga wujud lain yang hidup di planet bumi ini, penampakan benda terbang ini sering dikaitkan bahwa manusia tidak benar-benar hidup sendirian di semesta yang luas ini.

Baca Juga: Zodiak Sagitarius hari Rabu 15 November 2023, dengarkan suara hati sendiri


Kendati demikian, kapan sebenarnya pertama kali manusia berpikir tentang Alien?
Dikutif dari laman IFL Science, pada Senin 6 November 2023.

Terdapat referensi awal tentang peristiwa yang cukup asing untuk didengar, peristiwa yang terjadi berasal dari tahun 223 sampai dengan 91 sebelum masehi.

Dalam semua kisahnya, tidak ada yang membahas peristiwa tersebut dengan istilah alien.

Baca Juga: Zodiak Scorpio hari Rabu 15 November 2023, perdebatan kecil bisa sebabkan pecah hubungan

Berasal dari Yunani dan Romawi, menggambarkan jurang, api langit, serta matahari malam, di langit.

Demikian catatan yang lain, sejak tahun 218 sebelum masehi, sampai 65 sebelum masehi mengungkapkan tentang perisai bundar dan juga tombak yang menyala

melesat dilintasan langit, seperti kapal di langit.
Lantas, apakah manusia di masa lampau telah memiliki konsep kehidupan yang dimungkinkan ada di planet lain, lalu sejak kapan pertama kali muncul?
Sebuah spekulasi awal terkait yang sering disebut dengan alien, berasal dari salah seorang filsuf Democritus dan Leucippus.

Baca Juga: Zodiak Libra hari Rabu 15 November 2023, ada orang ketiga yang mengalihkan cinta

Di abad kelima sebelum masehi, keduanya mengemukakan atomisme atau sebuah gagasan, bahwa semesta ini terdiri dari beberapa bagian-bagian kecil yang tidak dapat dipisahkan.

Geraknya yang berputar, dan menggumpal hingga membentuk objek dan dunia.
Democritus, seorang filsuf yang percaya akan atom-atom ini persediaannya tidak terbatas, kemudian ia berspekulasi bahwasanya dunia pun jumlahnya tidak terbatas.

Lalu kemudian Metrodurus dari Chios, seorang murid Epicurus, menambahkan gagasan, menurutnya, bahwa hal yang tidak mungkin jika bumi merupakan satu-satunya dunia.

Menurutnya tidak mungkin dalam ladang yang luas hanya terdapat satu tangkai yang tumbuh, dan tak mungkin rasanya di ruang yang tanpa batas ini hanya terdapat satu dunia.

Lucretius, seorang penyair Romawi pun kemudian mengatakan bahwa tidak ada suatu apa pun di semesta ini yang dengan unik dapat berdiri sendiri.

Itu sebabnya, pada wilayah lain, pasti juga ada bumi yang lain yang pastinya dihuni oleh bermacam suku manusia juga ras binatang.

Lain halnya dengan filsuf Aristoteles yang banyak menolak gagasan tentang dunia, pada hal keterangan yang paling misterium sekali pun, yaitu Agama, sangat membungkam apa pun gagasan ilmiahnya, yang jika keterangannya tidak
menggambarkan tentang Tuhan sebagai wujud yang maha kuasa.

Beberapa teolog pun memiliki gagasan tentang kehidupan lain, dilansir dari Slate, tak hanya demikian para sarjana di abad pertengahan yang lalu kemudian mempunyai spekulasi tentang adanya dunia luar bumi.

Pada abad pertengahan pun, para teolog nampaknya memiliki gagasan tentang kehidupan lain selain yang ada di bumi.

Nicolas dari Suca menulis gagasan pada bukunya, yang lantas kemudian diangkat menjadi sebuah kardinal di Gereja Katholik, juga bertindak sebagai seorang wakil kepausan.

Dalam bukunya Nicolas menuliskan, bahwa di duga, dapat di duga bahwa pada wilayah matahari terdapat pula mahluk surya, penghuni yang terang serta tercerahkan, dan secara spiritual dan alami lebih banyak, dari pada penghuni di bulan.

Kini, tak hanya berspekulasi tentang adanya kehidupan alien, namun kita pun sedang mencarinya.***


Penulis : Feri Candra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X